Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Realisasi Investasi Semester I-2026 Tembus Rp1.010 Triliun
Husen Miftahudin • 17 July 2026 10:31
Jakarta: Pemerintah mencatat realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut telah memenuhi 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan realisasi investasi tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target investasi tahun ini.
"Alhamdulillah, bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia masih in line dengan target yang dicanangkan di 2026 ini," kata Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.
Selain mencatat pertumbuhan investasi, realisasi tersebut juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Rosan menyebut investasi sepanjang Januari hingga Juni 2026 berhasil menyerap sekitar 1,44 juta tenaga kerja, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa kembali mencatatkan nilai yang lebih besar dibandingkan Pulau Jawa. Realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen dari total realisasi.
Menurut Rosan, komposisi tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai daerah.
Rosan menjelaskan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada semester I 2026 relatif seimbang. Realisasi PMDN mencapai Rp502,9 triliun atau 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2 persen.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Singapura masih jadi investor terbesar
Berdasarkan negara asal investasi, Singapura tetap menjadi investor terbesar di Indonesia pada semester I-2026 dengan nilai investasi mencapai USD8,8 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar USD7,6 miliar, Tiongkok USD3,9 miliar, Jepang USD1,9 miliar, dan Amerika Serikat USD1,7 miliar.
Kelima negara tersebut menyumbang sekitar 77,8 persen dari total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Indonesia selama enam bulan pertama 2026.
Rosan menilai capaian investasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang masih kuat meski dunia menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan geoekonomi.
"Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini bahwa komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan oleh Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026 ini," tegas Rosan.