Dewan Perdamaian Gaza diresmikan oleh Presiden AS Donald Trump pada 22 Januari 2026. (Anadolu Agency)
Lebih dari 20 Negara Akan Hadiri KTT Board of Peace di Washington
Willy Haryono • 19 February 2026 13:00
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan memimpin pertemuan Board of Peace di Washington pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan agenda utama menggalang dukungan internasional bagi rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza.
Gedung Putih mengklaim lebih dari 20 negara akan hadir dalam pertemuan tersebut dan berkomitmen menghimpun lebih dari 5 miliar dolar AS untuk mendukung pemulihan wilayah itu.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan negara-negara anggota juga berjanji mengirim ribuan personel untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari rencana besar pemerintahan Trump.
“Presiden memiliki rencana dan visi yang sangat berani untuk membangun kembali Gaza, yang kini berjalan dengan baik melalui Board of Peace,” ujar Leavitt, seperti dikutip AsiaOne.
Board of Peace dibentuk setelah Trump menandatangani dokumen pendiriannya di Davos, Swiss, pada 23 Januari lalu. Pembentukan badan tersebut disebut didukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza.
Sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Turki, Mesir, Arab Saudi, dan Qatar, serta negara berkembang seperti Indonesia, telah bergabung dalam badan tersebut. Namun, beberapa negara Barat dan sekutu tradisional AS dilaporkan masih bersikap hati-hati.
Vatikan memutuskan tidak berpartisipasi dalam inisiatif tersebut. Kardinal Pietro Parolin sebelumnya menyatakan bahwa penanganan krisis Gaza seharusnya berada di bawah koordinasi PBB.
Di tahap awal, Board of Peace dirancang untuk mengawasi tata kelola sementara Gaza setelah gencatan senjata Oktober lalu. Namun, pernyataan Trump yang membuka kemungkinan perluasan peran badan tersebut untuk menangani konflik global memicu kekhawatiran akan potensi tumpang tindih dengan peran PBB. (Keysa Qanita)
Baca juga: Menlu Sugiono Tegaskan Partisipasi Indonesia dalam BoP Sesuai Piagam PBB