Kemeriahan Imlek dan Tradisi Pulang Kampung Bagi Tiongkok

Kemeriahan makan bersama merayakan Hari Raya Imlek di Tiongkok. Foto: Xinhua

Kemeriahan Imlek dan Tradisi Pulang Kampung Bagi Tiongkok

Harianty • 17 February 2026 15:20

Jakarta: Imlek menjadi perayaan penting dalam budaya Tionghoa. Perayaan Hari Raya Imlek juga dirayakan meriah di Tiongkok.

Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta menceritakan bagaimana Imlek sangat menyerap di hati warga setempat. Berbagai perayaan pun menjadi hal penting. Berikut wawancara Metrotvnews.com dengan Kedubes Tiongkok:

Bagaimana pemerintah Tiongkok menyambut dan mempersiapkan perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini?


Tahun Baru Imlek adalah festival tradisional terpenting bagi rakyat Tiongkok. Tahun ini merupakan tahun awal pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15. Pemerintah Tiongkok sangat menaruh perhatian pada perlindungan kesejahteraan masyarakat dan koordinasi kegiatan budaya selama perayaan Imlek, serta telah membuat berbagai persiapan sejak sebelum liburan.

Departemen terkait memperkuat pengaturan mudik Imlek, pasokan energi dan kebutuhan pokok masyarakat, serta stabilisasi harga barang. Pemerintah juga membimbing daerah-daerah untuk mengadakan berbagai kegiatan budaya masyarakat sesuai dengan kondisi setempat guna menciptakan suasana perayaan yang meriah, harmonis, dan penuh kegembiraan, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan aman, hangat, dan bermakna.

Apa tema atau fokus utama perayaan Imlek di Tiongkok tahun ini dan  Tradisi Imlek apa saja yang masih diwariskan secara luas di masyarakat Tiongkok saat ini?


Menempelkan syair Imlek, makan malam keluarga (makan malam Tahun Baru), bersilaturahmi ke kerabat dan teman, mengucapkan selamat Tahun Baru, menyalakan lampion, serta pertunjukan barongsai dan naga masih dilestarikan secara luas hingga kini.

Beragam tradisi ini mencerminkan nilai-nilai masyarakat Tiongkok dalam menyambut tahun baru, mendoakan keberuntungan, menghormati orang tua, serta menekankan keharmonisan keluarga dan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi sarana penting pelestarian budaya Tiongkok yang diwariskan dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi dasar kuat identitas budaya dan ikatan emosional masyarakat.

Pada Desember 2024, “Festival Musim Semi—Tradisi sosial masyarakat Tiongkok dalam merayakan Tahun Baru” berhasil masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, menandai pengakuan dan apresiasi internasional terhadap Imlek. Tahun 2026 akan menjadi perayaan Imlek kedua setelah status “warisan budaya takbenda” tersebut.


Perayaan Hari Raya Imlek di Tiongkok. Foto: Xinhua

Pada momen penting ini, Imlek tidak hanya menjadi perayaan keluarga bagi masyarakat Tiongkok, tetapi juga jendela penting untuk menunjukkan keberlanjutan, inovasi, dan inklusivitas peradaban Tiongkok.

Dengan status warisan budaya takbenda sebagai peluang penting, Imlek semakin melangkah ke dunia internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pameran budaya Imlek, pertunjukan seni, dan kegiatan pertukaran budaya terus diadakan di berbagai negara, dengan pengalaman kerajinan tradisional yang semakin beragam dan menarik minat masyarakat internasional.

Imlek telah berkembang dari “festival Tiongkok” menjadi “simbol budaya yang dibagikan dunia”, memberikan dorongan baru bagi pertukaran peradaban dan pemahaman antarbangsa.

Apa peran Imlek dalam memperkuat nilai keluarga dan persatuan sosial?

Imlek mencerminkan nilai-nilai budaya Tiongkok yang menekankan pentingnya keluarga, menghormati orang tua, dan saling membantu antar tetangga. Di mana pun berada, masyarakat berusaha pulang ke rumah untuk berkumpul dengan keluarga saat Imlek.

Budaya perayaan yang berpusat pada keluarga ini memperkuat ikatan emosional sosial, meningkatkan saling pengertian dan toleransi antar kelompok, serta memainkan peran penting dalam memperkuat kohesi sosial.

Apa makna simbolis shio tahun ini menurut budaya tradisional Tiongkok, dan bagaimana masyarakat memandang budaya Shio?

Budaya Shio merupakan bagian penting dari budaya tradisional Tiongkok dan mencerminkan pandangan masyarakat Tiongkok tentang alam, masyarakat, dan kehidupan, serta harapan yang baik. Tahun ini adalah tahun Bingwu (Tahun Kuda) dalam kalender lunar.

Dalam budaya tradisional Tiongkok, kuda melambangkan vitalitas, ketangkasan, dan kehidupan, serta mencerminkan semangat kerja keras dan ketekunan. Berbagai ungkapan seperti “memimpin di depan”, “sukses segera tercapai”, “semangat naga dan kuda”, dan “jasa besar” menggambarkan nilai kerja keras, kemajuan, dan tanggung jawab, sekaligus harapan akan perkembangan dan kemajuan di tahun baru.


Suasana Hari Raya Imlek di Tiongkok. Foto: Xinhua

Budaya Shio telah lama menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tiongkok, menjadi penghubung emosi antar generasi dan penguat identitas budaya. Masyarakat memandang budaya shio secara rasional, terbuka, dan inklusif, sebagai sarana untuk menyampaikan doa dan melestarikan budaya tradisional. Seiring budaya Tiongkok semakin dikenal dunia, budaya shio juga semakin diminati secara internasional dan menjadi simbol budaya yang membantu masyarakat dunia memahami nilai dan gaya hidup masyarakat Tiongkok.

Bagaimana Tiongkok melindungi dan mewariskan budaya Imlek di era modern dan digital?

Dalam konteks modernisasi, pemerintah Tiongkok terus mendorong perlindungan sistematis dan pelestarian dinamis budaya Imlek. Imlek dimasukkan dalam daftar warisan budaya takbenda tingkat nasional dan dilindungi melalui pendidikan, penelitian, serta layanan budaya publik.

Selain itu, teknologi digital dan media baru dimanfaatkan untuk menyebarkan budaya Imlek agar dapat diterima oleh generasi muda dan masyarakat internasional dengan cara yang lebih menarik dan terbuka.

Apa keunikan arus mudik Imlek (Chunyun) di Tiongkok?

Arus mudik Imlek adalah pergerakan penduduk musiman terbesar di dunia dan mencerminkan kuatnya tradisi reuni keluarga. Keunikannya terletak pada cakupan luas, jumlah partisipan yang sangat besar, dan durasi yang panjang.

Setiap tahun pemerintah Tiongkok mengoordinasikan transportasi kereta api, jalan raya, dan penerbangan untuk meningkatkan kapasitas dan layanan transportasi guna memastikan perjalanan masyarakat aman, tertib, dan lancar.

Apa dampak Imlek terhadap aktivitas ekonomi Tiongkok?

Imlek memiliki efek pendorong yang signifikan terhadap konsumsi, pariwisata, dan sektor jasa. Mudik menciptakan permintaan besar terhadap transportasi dan layanan, sementara konsumsi liburan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ritel, kuliner, dan budaya.

Imlek menjadi salah satu penggerak penting vitalitas pasar domestik dan pertumbuhan ekonomi. Data resmi dan analisis otoritatif menunjukkan bahwa efek ekonomi Imlek tidak hanya terjadi selama liburan, tetapi juga memberikan dorongan berkelanjutan terhadap aktivitas ekonomi sepanjang tahun.

Bagaimana Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia memandang peran Imlek dalam pertukaran budaya Tiongkok–Indonesia?

Imlek adalah pembawa penting budaya Tiongkok dan juga jembatan penting pertukaran budaya serta kedekatan masyarakat Tiongkok dan Indonesia. Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia selalu mendukung kegiatan pertukaran budaya yang memanfaatkan Imlek sebagai momentum untuk memperluas pemahaman dan persahabatan antara kedua bangsa.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh Imlek di Indonesia terus meningkat, dari perayaan komunitas Tionghoa menjadi bagian dari lanskap budaya multikultural Indonesia.

Apa yang Anda ketahui tentang perayaan Imlek di Indonesia, apakah ada keunikan khusus?

Pada tahun 2026, pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Festival Budaya Imlek tingkat nasional dengan tema “Harmoni Nusantara”, menjadikan Imlek sebagai warisan budaya yang dinikmati seluruh masyarakat. Kegiatan mencakup festival lampion, kuliner, seni, pasar kreatif, dan parade besar yang diadakan serentak di Jakarta, Surabaya, Medan, Solo, Semarang, dan kota-kota lainnya.

Bentuk perayaan yang beragam ini tidak hanya mempromosikan elemen tradisional Imlek, tetapi juga mencerminkan keragaman budaya dan keterbukaan masyarakat Indonesia.

Pihak Tiongkok bersedia terus bekerja sama dengan semua pihak di Indonesia dengan menjadikan Imlek dan festival tradisional lainnya sebagai penghubung untuk memperdalam pertukaran budaya dan memperkuat pembangunan komunitas masa depan bersama Tiongkok–Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)