Nama Peringatan Hari Ibu Diusulkan Lebih Inklusif untuk Seluruh Perempuan

Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam acara peringatan HUT ke-10 Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira). Dokumentasi/ istimewa

Nama Peringatan Hari Ibu Diusulkan Lebih Inklusif untuk Seluruh Perempuan

Deny Irwanto • 19 February 2026 02:55

Jakarta: Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengusulkan perubahan penamaan peringatan Hari Ibu menjadi Hari Perempuan Indonesia. Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperluas makna apresiasi terhadap peran perempuan dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pembangunan.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam acara peringatan HUT ke-10 Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira). Menurutnya perubahan nama diharapkan dapat merepresentasikan kontribusi seluruh perempuan, tidak terbatas pada mereka yang telah menjadi ibu.

"Supaya perempuan Indonesia makin semangat. Kalau Hari Ibu, merasa hanya ibu saja yang mendapatkan bunga. Tapi perempuan-perempuan hebat yang lain akan bilang 'saya kan belum jadi ibu'" kata Nannie dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-10 Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Nannie menambahkan usulan tersebut akan terus diperjuangkan agar mendapat persetujuan pemerintah pusat. Dalam kesempatan yang sama, Kowani menekankan pentingnya peran perempuan dalam penguatan keluarga dan pembentukan generasi masa depan. Organisasi perempuan juga dinilai perlu memperkuat kerja sama lintas komunitas agar program pemberdayaan berjalan lebih merata.

"Kita harus memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, mendorong literasi digital, serta membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkesinambungan," jelasnya.


Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam acara peringatan HUT ke-10 Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira). Dokumentasi/ istimewa

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pengawas DPP Perwira, Anak Agung Putri Puspawati. Ia menilai peningkatan kualitas perempuan akan berdampak langsung pada ketahanan keluarga dan daya saing masyarakat.

Dalam pelaksanaan program, kolaborasi dengan kementerian dan pemerintah daerah disebut menjadi salah satu faktor pendukung kegiatan pemberdayaan, termasuk di sektor usaha kecil dan menengah.

"Seperti bazar Kowani hari ini, tidak mungkin dapat terlaksana jika tanpa dukungan Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah yang diwakili oleh Ibu Christina Agustin selaku Asisten Deputi Ekosistem Bisinis Wirausaha Kementerian UMKM dan Pemprov DK Jakarta di mana Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan UKM DKI Jakarta, Ibu Elisabeth Ratu Rante Allo, datang langsung ke tempat kami," ungkap Putri.

Perwira dan Kowani juga mendorong penguatan program berbasis komunitas hingga tingkat desa, terutama untuk memperluas akses pemberdayaan dan literasi hukum bagi perempuan.

"Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang adil, setara, dan berkeadaban, di mana perempuan memperoleh ruang aman untuk tumbuh, berkarya, dan memimpin," ujar Putri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)