Luas Karhutla di Kalsel Capai 20.206 Hektare

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra memberikan keterangan di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Luas Karhutla di Kalsel Capai 20.206 Hektare

Whisnu Mardiansyah • 11 September 2026 08:55

Banjarmasin: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda area seluas 20.206,06 hektare sepanjang 1 Januari hingga 10 September 2026.

Dalam periode tersebut, BPBD Kalsel mencatat 2.963 kejadian karhutla di berbagai wilayah provinsi itu. Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan lahan terdampak karhutla terbesar, yakni sekitar 5.100 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kota Banjarbaru dengan luas sekitar 2.539 hektare, disusul Kabupaten Tanah Laut.

“Meskipun karhutla mulai terkendali, masih terdapat sejumlah titik yang mengeluarkan asap karena berada pada kawasan lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih lama,” ujar Ronny di Banjarbaru, seperti dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.

Ronny menjelaskan, BPBD Kalsel bersama sejumlah unsur terkait menerapkan berbagai metode untuk mengendalikan kebakaran, terutama di wilayah lahan gambut. Salah satunya melalui penyuntikan area gambut menggunakan cairan surfaktan yang diinisiasi Kapolda Kalsel.

Selain itu, petugas memanfaatkan drone termal untuk mendeteksi titik panas yang berpotensi menjadi sumber api. Menurut Ronny, kombinasi metode tersebut cukup membantu proses pengendalian karhutla. Namun, penanganan di lahan gambut tetap membutuhkan waktu lebih panjang karena sumber api dapat berada di bawah permukaan tanah.
 


Kondisi itu membuat asap masih muncul meskipun kobaran api di permukaan mulai berkurang. Petugas harus memastikan titik panas di dalam lapisan gambut benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali meluas.

BPBD Kalsel mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka dan membersihkan lahan menggunakan metode pembakaran tanpa pengawasan serta prosedur yang tepat.

Selain pencegahan karhutla, BPBD Kalsel mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. Imbauan tersebut disampaikan karena sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan tengah mengalami kekeringan.

Ketersediaan air perlu dijaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla.



Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

(Whisnu M)