Pemilu Swedia Masih Ketat, Sayap Kiri Unggul Tipis dari Blok Kanan

Pemilu Swedia 2026 berlangsung sengit dengan proyeksi sayap kiri unggul 175 kursi atas sayap kanan. (Anadolu Agency)

Pemilu Swedia Masih Ketat, Sayap Kiri Unggul Tipis dari Blok Kanan

Willy Haryono • 14 September 2026 08:41

Stockholm: Pemilu parlemen Swedia 2026 berlangsung ketat dan belum menghasilkan pemenang yang jelas pada Minggu, 13 September 2026.

Dilansir dari Anadolu Agency, proyeksi terbaru dari lembaga penyiaran publik SVT menunjukkan sayap kiri dan kanan hanya terpaut satu kursi di parlemen.

Berdasarkan proyeksi tersebut, Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, Partai Kiri, dan Partai Tengah diperkirakan memperoleh total 175 kursi dari 349 kursi parlemen.

Sementara itu, Partai Moderat, Partai Demokrat Swedia, Partai Demokrat Kristen, dan Partai Liberal diproyeksikan mendapatkan 174 kursi. Selisih tipis tersebut membuat keseimbangan kekuatan politik masih dapat berubah seiring proses penghitungan suara berlangsung.

Proyeksi SVT menunjukkan kedua blok juga hanya dipisahkan sekitar 20 ribu suara dalam penghitungan terbaru.

Sosial Demokrat Masih Jadi Partai Terbesar

Exit poll yang dirilis pada Minggu malam menunjukkan koalisi Sosial Demokrat, Partai Hijau, Partai Kiri, dan Partai Tengah meraih total 51,3 persen suara.

Sementara blok yang terdiri atas Partai Moderat, Demokrat Kristen, Liberal, dan Demokrat Swedia memperoleh 46,8 persen suara.

Sosial Demokrat masih menjadi partai dengan perolehan suara terbesar, yakni 27,6 persen. Namun, angka tersebut turun dibandingkan hasil pemilu 2022 ketika partai tersebut memperoleh 30,3 persen suara.

Partai Moderat diproyeksikan berada di posisi kedua dengan 19,8 persen, disusul Partai Demokrat Swedia dengan 17,2 persen. Pada pemilu 2022, Demokrat Swedia memperoleh 17,7 persen suara, sedangkan Partai Moderat mendapatkan 19,1 persen.

Partai Kiri diproyeksikan menjadi partai terbesar keempat dengan 8,2 persen suara, meningkat dari 6,8 persen pada pemilu sebelumnya. Partai Tengah juga mengalami peningkatan menjadi 7,2 persen, dibandingkan 6,7 persen pada 2022.

Sementara itu, Demokrat Kristen diproyeksikan memperoleh 6,2 persen, naik dari 5,3 persen pada pemilu 2022. Partai Liberal berada di angka 5,4 persen, masih di atas ambang batas parlemen Swedia sebesar 4 persen.

Hasil Akhir Masih Menunggu Penghitungan

Hasil exit poll tersebut belum merupakan hasil resmi pemilu. Komposisi kekuatan di parlemen masih dapat berubah setelah seluruh suara selesai dihitung.

Suara yang masuk terlambat serta surat suara dari warga Swedia di luar negeri diperkirakan baru selesai dihitung pada Rabu atau Kamis.

Dengan selisih yang sangat tipis antara kedua blok, perubahan kecil dalam hasil akhir berpotensi menentukan blok mana yang memiliki posisi lebih kuat dalam pembentukan pemerintahan berikutnya.

Baca juga: Pemilu Swedia Dimulai, Partai Sayap Kanan Berpeluang Masuk Pemerintahan

(Willy Haryono)