Kebutuhan Hunian Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan

Kepala BP BUMN dan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Menteri PKP Maruarar Sirait saat mengunjungi Danantara Housing Expo 2026. Foto: dok Danantara.

Kebutuhan Hunian Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan

Andika Fauzan Azhari • 31 August 2026 17:34

Tangerang: Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian mendorong penguatan ekosistem perumahan yang mengintegrasikan pengembang, perbankan, serta penyedia pembiayaan. Integrasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pilihan hunian sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh akses pembiayaan.

Gambaran tingginya kebutuhan tersebut terlihat dari penyelenggaraan Danantara Housing Expo (DHE) 2026 yang berlangsung selama empat hari pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2.

Pameran tersebut dikunjungi sekitar 10 ribu orang per hari dan mempertemukan lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta dengan masyarakat yang mencari hunian.

Beragam pilihan hunian ditawarkan dalam pameran, mulai dari rumah subsidi, rumah tapak, apartemen, hingga hunian premium. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 360 ribu pilihan unit yang ditampilkan.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan masyarakat membutuhkan akses informasi yang lebih mudah mengenai pilihan hunian sekaligus skema pembiayaan.

"Danantara Housing Expo dikunjungi kurang lebih 10 ribu orang setiap harinya. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat atas sebuah ekosistem yang menyediakan berbagai pilihan rumah dan promo pembayaran dalam satu lokasi," ujar Dony, dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut dia, pengintegrasian informasi hunian dan pembiayaan dalam satu ekosistem dapat membantu masyarakat membandingkan pilihan sebelum menentukan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.


Salah satu rumah yang dipamerkan di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha.
 

 

Pembiayaan jadi bagian penting ekosistem hunian


Selain ketersediaan rumah, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas kepemilikan hunian. Karena itu, keterlibatan perbankan dan pengembang menjadi bagian dari penguatan ekosistem perumahan.

Dalam DHE 2026, sinergi tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan mitra pengembang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah.

“Danantara Housing Expo memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui kolaborasi ekosistem yang lengkap dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ujar Maruarar.

Penguatan ekosistem tersebut juga mencerminkan kebutuhan untuk mempertemukan sisi pasokan dan permintaan dalam sektor perumahan. Di satu sisi, pengembang membutuhkan pasar yang mampu menyerap unit hunian. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan pilihan rumah yang sesuai dengan kebutuhan serta skema pembiayaan yang dapat dijangkau.

Tingginya minat masyarakat terhadap hunian dalam pameran tersebut turut tercermin dari nilai proyek yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan DHE 2026.

DHE 2026 mencatat nilai proyek hingga Rp2 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator respons pasar terhadap pilihan hunian dan skema pembiayaan yang ditawarkan dalam ekosistem perumahan.

Dony menilai capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

"Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap DHE sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian," tutur Dony.

Ke depan, Danantara Indonesia berencana mengembangkan DHE menjadi one-stop housing expo. Konsep tersebut diarahkan tidak hanya untuk mempertemukan masyarakat dengan pilihan hunian dan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan berbagai kebutuhan pendukung rumah tangga dalam satu ekosistem.

(Ade Hapsari Lestarini)