Survei Udara BNPB: Dampak Tsunami Gempa NTT Tergolong Minor

Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Dokumentasi/ BNPB)

Survei Udara BNPB: Dampak Tsunami Gempa NTT Tergolong Minor

Silvana Febiari • 26 August 2026 13:49

Manggarai Barat: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut dampak tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara umum tergolong minor. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pemantauan udara yang dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dari hasil pemantauan terlihat sejumlah titik yang berpotensi mengalami landaan tsunami. Namun, dampaknya tidak terjadi dalam skala kawasan permukiman.

"Yang sifatnya hamparan, kita melihat hanya di dua titik. Itu di posisi Riung dan perbatasan antara Riung dan Nagekeo," ujar Abdul, dikutip dari keterangan BNPB, Rabu, 26 Agustus 2026.


Menurut Abdul, sejumlah wilayah memiliki kondisi topografi berupa cekungan dan teluk yang memungkinkan terjadinya amplifikasi atau penguatan gelombang. Di beberapa lokasi tersebut terdapat permukiman masyarakat yang berpotensi terkena landaan tsunami.

Meski demikian, berdasarkan pantauan dari udara, wilayah yang terdampak lebih banyak berupa hamparan. Area tersebut umumnya dimanfaatkan masyarakat sebagai tambak sehingga dampaknya terhadap permukiman dan masyarakat dinilai tidak terlalu signifikan.

"Melihat visual dari udara, tampak rumah yang berpotensi terkena landaan tsunami, tetapi ini tidak sifatnya kawasan," jelas Abdul.


Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Dokumentasi/ BNPB)


Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyampaikan peringatan dini tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Namun, status peringatan tersebut kemudian berakhir.

BNPB selanjutnya akan memperkuat hasil pemantauan udara melalui survei darat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak gempa dan tsunami di wilayah terdampak.

Selain memetakan dampak bencana, BNPB juga mengoptimalkan operasi udara untuk mendukung distribusi logistik. Upaya tersebut terutama ditujukan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Kami juga sempat membuat foto udara untuk daerah-daerah terdampak, kerusakan-kerusakan rumah dan seterusnya. Itu benar-benar kita akan optimalkan operasi udara untuk dropping logistik sebagaimana yang kita lakukan di tempat-tempat lain di mana akses darat cukup sulit untuk dilakukan," tutup Abdul.

(Silvana Febiari)