Ilustrasi. Foto: Magnific.
Komunitas Jadi Ruang Belajar Baru bagi Ibu Muda soal Parenting dan Wellness
Ade Hapsari Lestarini • 31 August 2026 20:37
Jakarta: Komunitas orang tua kini tidak hanya menjadi tempat berbagi pengalaman, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar bagi keluarga muda untuk memperoleh edukasi mengenai pengasuhan, kesehatan mental, dan wellness keluarga.
Perubahan tersebut terlihat dalam BBASH 2.0 Webinar Session bertajuk “Good Enough Mom: Menjadi Ibu yang Cukup Baik, Bukan Ibu yang Sempurna” yang digelar secara daring pada pekan lalu.
BBASH merupakan komunitas bagi ibu-ibu yang memiliki anak dengan kelahiran yang sama dan berada di bawah naungan Komunitas Mommils Birthclub. Komunitas tersebut menjadi ruang berbagi informasi dan pengalaman mengenai perawatan ibu dan bayi, parenting, serta kebutuhan ibu dan anak.
Webinar tersebut menghadirkan Psikolog Ni Putu Ratih Cahya Pratiwi, S.Psi., dan diikuti anggota Birth Club Juni 2024 (BC June 2024). Kegiatan ini turut didukung Kutus Kutus sebagai bagian dari kolaborasi dalam menghadirkan ruang edukasi berbasis komunitas bagi keluarga muda.
Dalam paparannya, Ratih menyoroti tekanan yang kerap dialami orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan. Tidak sedikit ibu yang merasa kelelahan bahkan sebelum aktivitas harian dimulai. Kondisi tersebut dapat membuat orang tua lebih mudah kewalahan ketika menghadapi berbagai situasi dalam pengasuhan.
Mengubah cara pandang soal pengasuhan
Menurut Ratih, orang tua perlu memahami bahwa merawat diri bukan berarti mengabaikan kebutuhan anak. Sebaliknya, memberikan ruang bagi diri sendiri menjadi bagian dari proses pengasuhan agar orang tua dapat hadir secara lebih utuh bagi anak.
Peserta juga diajak melakukan refleksi sederhana mengenai hal yang paling banyak menguras energi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari waktu, kesabaran hingga ruang pribadi. Dari refleksi tersebut, orang tua didorong mencari langkah kecil untuk memulihkan kembali energi yang terkuras.
Salah satu pesan yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan anak dibandingkan mengejar kesempurnaan sebagai orang tua.
Dalam webinar tersebut, kemampuan memperbaiki hubungan atau *repair* dinilai lebih penting daripada berupaya menjadi orang tua yang selalu sempurna. Pendekatan ini menempatkan proses komunikasi dan hubungan antara orang tua dan anak sebagai bagian penting dalam pengasuhan.
Antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan terhadap ruang belajar yang membahas persoalan pengasuhan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejumlah peserta menilai materi mengenai psikologi keluarga dan pengasuhan relevan dengan tantangan yang mereka hadapi sebagai orang tua. Kehadiran komunitas juga dinilai memberikan kesempatan bagi anggota untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperoleh perspektif dari narasumber yang memiliki latar belakang profesional.
Owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel mengatakan perkembangan komunitas menunjukkan bahwa konsep wellness keluarga semakin luas. Menurutnya, wellness tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis serta hubungan dalam keluarga.
“Komunitas hari ini berkembang menjadi ruang belajar. Para orang tua tidak hanya bertukar informasi mengenai pengasuhan, tetapi juga saling menguatkan ketika menghadapi tantangan sebagai ibu dan ayah,” ujar Arniel.
Menurut dia, tema Good Enough Mom juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap pengasuhan. Di tengah derasnya informasi melalui media sosial, orang tua kerap menghadapi tuntutan untuk menjadi sosok yang ideal dalam berbagai aspek.
Padahal, proses membangun keluarga dinilai lebih banyak ditentukan oleh konsistensi, komunikasi, dan dukungan yang diperoleh dari lingkungan sekitar.
Edukasi parenting beralih ke ruang digital
Perkembangan teknologi turut mengubah cara keluarga memperoleh informasi. Webinar dan forum diskusi daring memungkinkan edukasi mengenai pengasuhan serta kesehatan mental menjangkau orang tua dari berbagai daerah tanpa harus hadir secara langsung.
Arniel menilai kondisi tersebut membuat komunitas memiliki peluang lebih besar untuk memperluas literasi keluarga.
“Keterlibatan dalam komunitas menjadi penting karena wellness tidak hanya dibangun melalui produk atau layanan. Yang paling penting adalah hadirnya ruang untuk belajar, berdialog, dan saling mendukung,” katanya.
Kutus Kutus sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah kegiatan bersama Mommils – Birth Club, termasuk pertemuan luring di Jakarta yang membahas kebiasaan sederhana dalam membangun wellness keluarga serta peran ayah dan ibu dalam menciptakan lingkungan yang sehat di rumah.
Selain komunitas keluarga muda, kegiatan edukasi berbasis komunitas juga dilakukan melalui sejumlah aktivitas lain, seperti komunitas olahraga, seminar di lingkungan perguruan tinggi, hingga kegiatan sosial.
Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan semakin beragamnya jalur masyarakat memperoleh literasi mengenai gaya hidup sehat. Bagi keluarga muda, komunitas menjadi salah satu ruang yang memungkinkan pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial bertemu dalam satu lingkungan.
Dengan semakin banyaknya ruang belajar berbasis komunitas, edukasi mengenai parenting dan wellness keluarga tidak lagi hanya berlangsung melalui lingkungan formal. Platform digital dan komunitas turut menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang membantu orang tua menghadapi dinamika pengasuhan sehari-hari.