Trump Klaim Selat Hormuz dalam Kondisi Baik, 30 Kapal Melintas Setiap Malam

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Selat Hormuz dalam Kondisi Baik, 30 Kapal Melintas Setiap Malam

Willy Haryono • 1 September 2026 06:14

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kondisi Selat Hormuz saat ini “sangat baik” dan mengklaim bantuan Angkatan Laut AS telah memungkinkan rata-rata 30 kapal melintas setiap malam.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin, 31 Agustus 2026.

“Kami memiliki Selat Hormuz dalam kondisi yang sangat baik. Anda tahu, kami mengambil alih,” kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency.

“Banyak sekali kapal berhasil melintas tadi malam. Seperti yang Anda ketahui, dengan bantuan Angkatan Laut, kami rata-rata mencapai 30 kapal per malam. Itu jumlah yang besar, dan banyak minyak yang keluar,” lanjutnya.

Menurut Trump, kelancaran pelayaran tersebut menjadi salah satu alasan harga minyak tidak mengalami kenaikan sebesar yang sebelumnya diperkirakan.

Pernyataan Trump muncul di tengah ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.

Trump Sebut Iran Negara Gagal

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyebut Iran sebagai “negara gagal." Ia mengeklaim Iran menghadapi inflasi hingga 350 persen, tidak memiliki mata uang yang berfungsi dengan baik, serta mengalami kesulitan membayar para tentaranya.

“Mereka adalah negara gagal. Mereka mengalami inflasi 350 persen. Mereka tidak memiliki mata uang. Mereka tidak membayar tentara mereka,” ujar Trump.

Trump juga mengeklaim sebagian besar pemimpin Iran telah tewas, sementara kemampuan angkatan laut, angkatan udara, dan sistem pengawasan negara tersebut telah mengalami kerusakan parah.

“Bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” katanya.

Trump juga mengatakan struktur kepemimpinan Iran saat ini tidak jelas. “Saya benar-benar tidak berpikir mereka tahu siapa pemimpin mereka,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat menyusul serangkaian serangan dan perselisihan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Unggah Video AI soal Pulau Kharg Iran yang 'Hancur Berkeping-keping'

(Willy Haryono)