Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar. Dokumentasi/ Istimewa
Bener Meriah Terisolir dan Logistik Menipis, Bupati Mohon Bantuan Darurat
Fajri Fatmawati • 28 November 2025 13:47
Bener Meriah: Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilanda kondisi darurat akibat bencana tanah longsor dan putusnya akses jalan. Bencana yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi ini telah mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 20.000 warga harus mengungsi. Selain itu, daerah tersebut kini terisolasi dari wilayah sekitarnya.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, secara resmi melaporkan kondisi ini kepada Presiden Republik Indonesia, Kepala BNPB, dan Gubernur Aceh.
"Saat ini Kabupaten Bener Meriah dalam keadaan terisolasi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi mengikibatkan jalan longsor, jembatan terputus dan pada saat ini korban jiwa ada 12 orang, pengungsian ada 20 ribu orang," kata Tagore, Jumat, 28 November 2025.
Baca Juga :
TNI Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Tagore menjelaskan akses transportasi darat menuju kabupaten lain seperti Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Aceh Timur terputus total. Jalan nasional yang menjadi satu-satunya urat nadi penghubung mengalami longsor dan sejumlah jembatan turut ambruk.
"Keadaan logistik ini menipis karena gudang blok kita ada di Aceh Tengah, juga Aceh Tengah dalam keadaan terisolasi," ungkap Tagore.
Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis, 27 November 2025. ANTARA FOTO/Ampelsa
Dampak dari terputusnya akses ini adalah terhambatnya distribusi bantuan logistik. Situasi diperparah karena gudang logistik utama berada di Aceh Tengah, yang juga dilaporkan dalam kondisi terisolasi. Krisis komunikasi turut melanda daerah ini.
"Saat ini juga mengalami kesulitan akses komunikasi dengan kecamatan, desa karena layanan internet seluler terputus total. Sekali lagi kami mohon perhatian Bapak Presiden untuk memulihkan sementara Kabupaten Bener Meriah dari keisolasian," ujar Tagore.