Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: Breaking News Metro TV.
Surya Paloh: Presiden Prabowo Siapkan Manuver Taktis Diplomasi Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 00:08
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan yang sangat konstruktif dalam menghadapi tantangan besar bangsa ke depan. Surya Paloh menekankan pentingnya langkah-langkah kebijaksanaan yang tidak sekadar linier, melainkan mengedepankan manuver taktis dalam ranah diplomasi.
Hal itu disampaikan Surya Paloh usai menghadiri makan malam bersama para tokoh bangsa di Istana Merdeka, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri para presiden dan wakil presiden terdahulu serta pimpinan partai politik (parpol).
"Untuk membangun kesadaran yang kita bersama bagaimana tantangan yang begitu besar dihadapi oleh bangsa ini, memerlukan langkah-langkah kebijaksanaan, bukan dengan kontekstual cara berpikir yang linier semata-mata. Tapi juga mengambil beberapa manuver taktis dan strategis, yang barangkali bisa kita pahami bersama. Artinya bagaimana penegasan hubungan diplomasi itu harus tetap terjaga dengan para pihak," ujar Surya Paloh di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Surya Paloh memandang, di tengah dinamika global yang kompleks, penegasan hubungan diplomasi Indonesia dengan berbagai pihak harus menjadi prioritas utama. Baginya, Presiden Prabowo menyadari bahwa strategi konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab ancaman maupun peluang yang dihadapi Indonesia di kancah internasional.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
"Tapi saya pikir pemikiran-pemikiran Presiden sejujurnya dalam pikiran dan pandangan saya tadi tetap dalam koridor yang cukup konstruktif lah," ucap Surya Paloh.
Manuver strategis yang dibahas dalam silaturahmi tersebut diharapkan menjadi landasan baru bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih adaptif. Pertemuan yang melibatkan para presiden dan wakil presiden terdahulu serta ketua umum parpol ini pun menjadi simbol kuatnya konsolidasi nasional dalam menjaga stabilitas dan hubungan diplomatik antarnegara.