Harga Saham RMKE Diyakini Bisa Tembus Rp10 Ribu/Lembar

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Saham RMKE Diyakini Bisa Tembus Rp10 Ribu/Lembar

Husen Miftahudin • 11 January 2026 14:40

Jakarta: PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ), penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi di Sumatra Selatan, mendapatkan sorotan positif dari analis pasar modal. Dalam laporan riset terbaru bertajuk "On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow", Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY (BELI) dan menaikkan target harga (Target Price/TP) saham RMKE menjadi Rp10.000 per lembar saham.

Optimisme ini disampaikan dalam laporan riset terbaru setelah tim analis melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas operasional RMKE di Sumatra Selatan untuk melihat langsung alur logistik batu bara perseroan.

Kunjungan tersebut memberikan insight mendalam mengenai integrasi proses dari pembongkaran kereta api di Stasiun Simpang hingga pengangkutan hilir di Pelabuhan Musi 2. Sinarmas Sekuritas menilai infrastruktur RMKE memiliki kapasitas besar yang belum terpakai (latent capacity), yang memungkinkan pertumbuhan volume signifikan tanpa belanja modal (capex) besar di masa depan.

Fasilitas Stasiun Simpang yang efisien memiliki 5 jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Dengan realisasi volume bongkar sekitar 9 juta ton pada tahun 2025, tingkat utilisasi saat ini baru mencapai 30 persen.

"Hal ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang luas untuk menyerap peningkatan volume batu bara di masa mendatang," ungkap laporan riset tersebut, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Kapasitas angkutan dengan jalan khusus (hauling road) sepanjang 8 km mampu mengangkut sekitar 15,1 juta ton batubara per tahun, sejalan dengan target manajemen untuk 2026.
 

Baca juga: Saham Emas di BEI Apa Saja? Simak Daftar Lengkapnya


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Saham RMKE sudah rally 100% sejak inisiasi awal


Di Pelabuhan Musi 2, RMKE mengoperasikan lima jalur conveyor belt yang dapat memuat hingga 32 juta ton per tahun ke tongkang. Kapasitas ini selaras dengan kemampuan bongkar di stasiun, memastikan tidak ada hambatan (bottleneck) dalam rantai pasok.

Sinarmas Sekuritas menyoroti saham RMKE telah mengalami kenaikan (rally) sebesar 100 persen sejak inisiasi awal. Revisi target harga menjadi Rp10.000 didorong oleh volume bongkaran yang lebih tinggi dari ekspektasi manajemen yang menargetkan volume hingga 15 juta ton pada 2026.

Lebih jauh, RMKE dinilai berada di posisi strategis untuk mencapai tonggak sejarah volume 20 juta ton pada 2027. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah daerah Sumatra Selatan yang melarang transportasi batubara melalui jalan umum, yang secara struktural mengalihkan volume ke logistik berbasis rel dan pelabuhan milik RMKE.

"Dengan visibilitas volume yang kuat, operating leverage yang berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang menguntungkan, momentum kenaikan harga saham RMKE diyakini masih akan berlanjut," jelas laporan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)