Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Bupati Kudus Minta Pemeriksaan Menyeluruh Dugaan Pelecehan Pegawai RSUD
Rhobi Shani • 5 January 2026 15:41
Kudus: Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meminta dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait dugaan tindakan asusila yang melibatkan oknum karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi, Kudus. Pemeriksaan dilakukan menyusul beredarnya video dugaan pelecehan seksual yang meresahkan masyarakat.
Sam’ani menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut dan menegaskan pemerintah daerah akan menanganinya secara serius sesuai ketentuan yang berlaku.
"Dari Pemerintah Kabupaten Kudus kami ikut prihatin. Pemeriksaan akan segera dilakukan secara intensif," kata Sam’ani di Kudus, Senin, 5 Januari 2026.
Sam'ani telah menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Kudus bersama manajemen RSUD dr Loekmono Hadi untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dugaan tersebut, mengacu pada regulasi kepegawaian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ketentuan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Kami perintahkan Inspektur dan Direktur RSUD untuk melakukan pemeriksaan sesuai aturan PNS maupun BLUD," jelasnya.
Baca Juga :
Viral, Video Mesum Oknum Pegawai RSUD Kudus
“Nanti akan kami bahas dalam rapat koordinasi, sanksi apa yang perlu diberikan sesuai hasil pemeriksaan," ungkapnya.
Meski demikian, Sam’ani menekankan pentingnya memberikan hak jawab kepada pihak terduga selama proses pemeriksaan berlangsung. “Dalam pemeriksaan tentu ada hak jawab. Semua akan dibuktikan secara objektif,” ujar Sam'ani.
Ilustrasi Medcom.id
Sebelumnya sebuah video yang diunggah akun TikTok @ketutdewi_99 menjadi viral dan menampilkan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan dua orang diduga melakukan perbuatan tidak pantas. Dalam narasi video tersebut disebutkan peristiwa terjadi di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dan melibatkan seorang oknum pegawai BLUD berinisial A.
Unggahan itu menyebut dugaan tindakan tersebut sebagai perbuatan tercela yang melanggar etika, moral, norma agama, serta nilai kemanusiaan. Video tersebut memicu reaksi publik, mengingat rumah sakit dipandang sebagai ruang pelayanan dan penghormatan terakhir bagi jenazah.
Hingga kini, pihak RSUD dan Pemerintah Kabupaten Kudus masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran video tersebut serta pihak-pihak yang terlibat.