Nelayan Sumut Diminta Waspada Gelombang Tinggi pada 7–8 Januari

Sinoptik gelombang laut di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 7 hingga 8 Januari 2026 .ANTARA/HO-BMKG

Nelayan Sumut Diminta Waspada Gelombang Tinggi pada 7–8 Januari

Silvana Febiari • 6 January 2026 15:23

Medan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 7–8 Januari 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Christen Marpaung, menyebut tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan perairan timur Kepulauan Nias.

"Perahu nelayan harus waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
 


Bibit Siklon Tropis 91S (11.0°LS, 97.4°BT) di Samudera Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6–25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6–25 knot.

Adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah barat daya Lampung mengakibatkan terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), pertemuan angin (konfluensi), dan belokan angin di Sumatera Utara yang memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Selain itu suhu muka laut cukup hangat meningkatkan penambahan massa uap air. Kondisi atmosfer yang relatif labil juga turut menambah potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Sumatra Utara.

Perpaduan faktor-faktor cuaca ini, kata Christen, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di beberapa wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengatakan cuaca di Sumut umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga lebat.


Ilustrasi gelombang tinggi. (metrotvnews.com)


Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain di Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Labuhanbatu Utara, P. Sidempuan, Sibolga, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Samosir, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Langkat, dan Simalungun.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar. Masyarakat diimbau selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)