Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com
BMKG: Waspada Hujan Sangat Lebat Hingga 19 Januari
Atalya Puspa • 13 January 2026 08:24
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026. Kondisi ekstrem ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan aktifnya fenomena La Niña lemah yang meningkatkan pasokan uap air di atmosfer secara signifikan.
"Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di timur Australia turut memodifikasi sirkulasi angin di Indonesia bagian selatan. Pola ini menyebabkan perlambatan massa udara dan memperkuat proses naiknya udara, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," ungkap BMKG dalam keterangan resminya, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 13 Januari 2026.
Berdasarkan data terkini, curah hujan di sejumlah daerah telah mencapai kategori sangat lebat, seperti di Jawa Barat (129 mm) dan Makassar (126,7 mm). Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif melintasi Kalimantan hingga Papua, dikombinasikan dengan gelombang Kelvin dan Rossby, diprediksi akan memperparah intensitas hujan di kawasan timur Indonesia.
Untuk periode 13–15 Januari 2026, BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, hingga Papua Pegunungan. Selain hujan lebat, bibit siklon 91W yang terpantau di utara Papua juga berpotensi memicu angin kencang di berbagai wilayah Tanah Air.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor. BMKG meminta warga, khususnya yang berada di daerah rawan, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruang maupun dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara.

Ilustrasi banjir akibat cuaca buruk. Foto: Dok. Antara.
Masyarakat dapat terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau layanan Digital Weather for Traffic untuk mengantisipasi risiko bencana sepanjang rute perjalanan.