Aurelie Moeremans, dok: Instagram
Viral Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Begini Isinya
Putri Purnama Sari • 12 January 2026 15:31
Jakarta: Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah menulis sebuah buku yang berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth (Kenangan Masa Muda yang Patah).
Buku ini merupakan karya personal Aurelie yang berisi refleksi mendalam tentang perjalanan hidupnya, khususnya pengalaman masa muda yang penuh luka emosional.
Broken Strings bukan sekadar buku biasa, melainkan sebuah memoar yang ditulis dengan pendekatan jujur dan apa adanya. Melalui buku ini, Aurelie mengisahkan pengalaman hidupnya, terutama tentang masa remaja yang penuh luka akibat menjadi korban child grooming dan kekerasan dalam hubungan yang tidak sehat sejak usia 15 tahun.
Buku itu dirilis pada awal tahun, tepatnya di tanggal 3 Januari 2026. Aurelie membagikan cuplikan isi bukunya melalui unggahan di akun Instagram pribadi.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulisnya.
Kisah Personal yang Ditulis dengan Jujur

Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans mengisahkan kepingan-kepingan masa muda yang terasa patah dan suram. Ia menuliskan pengalaman pahit yang membentuk dirinya hari ini, tanpa romantisasi maupun pembenaran terhadap luka yang dialami.
Tulisan Aurelie hadir sebagai suara bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa, sekaligus menjadi ruang aman untuk berbicara tentang trauma.
"Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,” sambungnya.
Ditulis sebagai Proses Pemulihan Diri
Menulis Broken Strings menjadi bagian dari perjalanan penyembuhan Aurelie. Buku ini tidak hanya bercerita tentang rasa sakit, tetapi juga tentang kesadaran, keberanian, dan proses berdamai dengan masa lalu.Melalui narasi yang personal dan reflektif, Aurelie mengajak pembaca untuk memahami bahwa luka batin tidak selalu terlihat, namun sangat nyata dampaknya. Buku ini juga mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap kesehatan mental dan relasi yang sehat.
Mendapat Perhatian Publik dan Media Sosial
Sejak dirilis, buku Broken Strings viral dan mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak pembaca mengapresiasi keberanian Aurelie Moeremans dalam mengangkat isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka, terutama oleh figur publik.Buku ini dinilai mampu membuka diskusi tentang pentingnya edukasi relasi sehat, serta memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang mungkin masih berjuang dalam diam.
Broken Strings menjadi bukti bahwa karya tulis dapat menjadi medium penyembuhan, baik bagi penulis maupun pembacanya. Lewat buku ini, Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa berbagi cerita bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian.
Buku Broken Strings kini menjadi salah satu karya yang memperkuat suara tentang pentingnya kesadaran diri, kesehatan mental, dan keberanian untuk memutus rantai luka di masa depan.