Burhanuddin Abdullah: Lewat MBG, Presiden Prabowo Lakukan Perbaikan dari Bawah

Ketua Dewan Pembina BACenter dan Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah (kedua dari kanan). Metrotvnews.com/Rona

Burhanuddin Abdullah: Lewat MBG, Presiden Prabowo Lakukan Perbaikan dari Bawah

Rona Marina Nisaasari • 14 January 2026 23:17

Jakarta: Ketua Dewan Pembina BACenter dan Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menyoroti peluncuran buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ karya Cashtry Meher. Dia menilai buku ini selaras dengan konsern pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah melakukan perbaikan dari bawah melalu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebaliknya malah dengan MBG, dengan berbagai langkah perbaikan, justru pemerintahan Prabowo ini sangat concern dengan pembangunan dari bawah, dari bottom of the pyramid, pembangunan bagi sebagian besar rakyat Indonesia," ujar Burhanuddin saat menghadiri peluncuran buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ karya Cashtry Meher, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Burhanuddin mengaku cukup memahami isi buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’. Menurut dia, Indonesia memang memiliki tantangan besar di bidang kesehatan karena letak geografisnya.

“Saya melihat berbagai fakta secara menyeluruh dan kita harus mengakui bahwa kita sudah berusaha cukup banyak tetapi tantangan kita juga masih sangat besar. Kita sudah memberikan pelayanan kesehatan hampir ke seluruh rakyat Indonesia. Tentu karena kita ini adalah secara geografis agak sulit negara kepulauan,” kata dia.

Burhanuddin melihat secara umum, usia harapan hidup masyarakat Indonesia masih rendah daripada Malaysia, Thailand, dan Singapura. Sehingga, buku ini menjadi menarik karena menarasikan hal-hal konkret di lapangan.

“Di sana ada pemikiran, di sana ada gagasan, di sana ada inisiatif yang secara intelektual akan mendukung kepada upaya-upaya penyihatan bangsa ini ke depan. Produktivitas kita belum begitu tinggi dan karena itu maka kalau ingin 8 persen pertumbuhan bangsa ini harus sehat,” ujar Burhanuddin.
 

Baca Juga: 

Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk MBG 2026



Sementara itu, Cashtry mengatakan buku ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sang penulis saat mengunjungi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya Kepulauan Nias.

Dia berupaya mengentaskan stunting di daerah tersebut. Di sana, dia melihat langsung kondisi yang terjadi di daerah 3 T, utamanya soal akses layanan kesehatan.

"Di situ saya melihat secara langsung apa yang terjadi dan apa hambatan yang dialami masyarakat, terutama yang paling keras adalah hambatan infrastruktur. Di mana jarak antara tempat tinggal dengan pelayanan kesehatan tidak memadai,” ungkap Cashtry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)