Hujan deras. Foto: Ilustrasi Metrotvnews.com.
Peringatan BMKG: Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan Lebat hingga 16 Maret
Atalya Puspa • 10 March 2026 11:21
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia, masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi tersebut diperkirakan dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 10–16 Maret 2026.
Dikutip dari laman BMKG, Selasa, 10 Maret 2026, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih cukup aktif dan memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.
Dalam prospek cuaca mingguan yang dirilis BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sebelumnya telah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 6–9 Maret 2026. Curah hujan kategori sangat lebat tercatat di Banten sebesar 141,8 mm per hari dan di Jakarta Timur mencapai 123,4 mm per hari.
“Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa,” tulis BMKG.

Ilustrasi hujan. Foto: Medcom.id
Selain faktor tersebut, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di sebagian wilayah Indonesia juga meningkatkan anomali angin baratan yang mendukung pembentukan awan konvektif. Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang cukup tinggi, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan fenomena MJO akan bergeser ke fase 6 dan 7 di kawasan Pasifik Barat. Hal ini diperkirakan membuat aktivitas pembentukan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain MJO, aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua yang berpotensi memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin di wilayah tersebut.
“Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat,” tulis BMKG.
Untuk periode 10–12 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di berbagai wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah seperti DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Sementara potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Timur, Maluku, dan Sulawesi Selatan.
Memasuki periode 13–16 Maret 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.