Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky berdialog dengan pengungsi banjir di Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (2/12/2025). ANTARA/HO-Pemkab Aceh Timur
1.954 Penyintas Bencana di Aceh Timur Masih di Pengungsian
Whisnu Mardiansyah • 12 March 2026 18:02
Aceh Timur: Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan sebanyak 1.954 jiwa dari 601 keluarga korban bencana hidrometeorologi di kabupaten itu masih berada di pengungsian. Bencana tersebut terjadi pada akhir November 2025.
"Hingga saat ini ada sebanyak 601 keluarga dengan 1.954 jiwa masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025 masih berada di pengungsian," kata Iskandar dihubungi dari Banda Aceh seperti dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Bupati menyebutkan lokasi pengungsian korban bencana tersebar di 13 titik di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih. Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan lokasi pengungsian terbanyak, yakni tujuh titik yang tersebar di empat desa atau gampong.
Di Gampong Sah Raja terdapat 239 keluarga atau 712 jiwa yang mengungsi di tiga titik, yaitu Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja, dengan pengungsian mandiri di tenda keluarga. Sementara di Gampong Pante Labu, sebanyak 10 keluarga atau 39 jiwa mengungsi di meunasah Dusun Bahagia.
Gampong Alue Ie Mirah menampung lima keluarga atau 18 jiwa yang mengungsi mandiri di tenda, dan Gampong Sijudo menjadi lokasi pengungsian bagi 40 keluarga atau 160 jiwa yang tersebar di dua titik dengan pengungsian mandiri di tenda.
Di Kecamatan Serbajadi, terdapat lima titik pengungsian. Dusun Karang Kuda di Gampong Bunin menampung 100 keluarga atau 372 jiwa. Dusun Peukan Lokop di Gampong Lokop menjadi lokasi pengungsian bagi 27 keluarga atau 47 jiwa yang menempati kantor kepala desa setempat.

Bupati Aceh Timur Iskandar usman Al-Farlaku menyerahkan kunci usai peresmian huntara untuk korban banjir di Peunaron, Aceh Timur, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-Pemkab Aceh Timur
Dusun Bugak di Gampong Sunti menampung 50 keluarga atau 187 jiwa yang mengungsi di Balai Adat Desa Sekualan. Gampong Umah Taring menjadi lokasi pengungsian bagi 55 keluarga atau 180 jiwa yang menempati SD Loot Jering, sementara Gampong Ujung Karang menampung lima keluarga atau 18 jiwa yang mengungsi mandiri di tenda keluarga di Dusun Tembolon.
Sementara di Kecamatan Simpang Jernih, terdapat satu titik pengungsian di Gampong Ranto Panjang yang menampung 70 keluarga atau 221 jiwa. Para pengungsi di lokasi ini bertahan dengan membangun rumah darurat.