Asap tampak dari imbas serangan Amerika Serikat ke Iran. Foto: Anadolu
Lagi, AS Hentikan Serangan ke Iran untuk Lakukan Diplomasi
Muhammad Reyhansyah • 10 July 2026 16:48
Teheran: Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali naik turun. Diplomasi kali ini sedang berlangsung di balik layar untuk meredakan ketegangan dalam konflik Amerika Serikat (AS)-Iran.
“Amerika Serikat telah sengaja melakukan serangan dan kemudian berhenti untuk menghindari eskalasi dan memberi kesempatan pada diplomasi,” kata seorang pejabat AS, seperti dikutip CNN, Jumat 10 Juli 2026.
“Mereka mempertahankan daftar target sebagai alat tawar-menawar,” imbuh pejabat itu.
Beberapa pejabat dilaporkan mengatakan ada persiapan untuk potensi serangan AS jika diperlukan malam ini, tetapi saat ini mereka membiarkan diplomasi yang memimpin.
Sebelumnya hari ini, di atas USS Abraham Lincoln di Laut Arab, awak penerbangan mempersenjatai pesawat tempur sementara pilot melakukan latihan untuk mempersiapkan misi serangan potensial apa pun.
Kapten kapal induk memberi tahu ribuan pelaut di atas kapal bahwa ketegangan regional meningkat dan menekankan pentingnya tetap siap siaga, seperti praktik standar.
Bersamaan dengan persiapan serangan, pilot pesawat tempur melanjutkan operasi pertahanan rutin, meluncurkan serangan udara sepanjang hari dan malam.
Para pejabat AS mengatakan klaim Iran bahwa telah terjadi lebih banyak serangan AS malam ini adalah tidak akurat. Namun, mereka menambahkan bahwa situasinya dinamis dan serangan dapat dilanjutkan jika diperlukan.
Mediator upayakan diplomasi
Sebelumnya sejumlah negara mediator di kawasan Timur Tengah dilaporkan berupaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran di tengah meningkatnya konflik militer dalam beberapa hari terakhir.Menurut laporan situs berita Axios yang mengutip sejumlah sumber dari negara-negara mediator dan seorang pejabat AS, bahwa Qatar, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi melakukan serangkaian komunikasi dengan pejabat Washington dan Teheran pada Rabu, 8 Juli 2026 untuk mendorong deeskalasi.
Salah satu sumber dari negara mediator mengatakan pihaknya meyakini serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dilakukan oleh unsur-unsur di dalam pemerintahan Iran yang menolak nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington serta berupaya menggagalkan kesepakatan tersebut.
"Upaya diplomatik secara intensif sedang dilakukan untuk terlebih dahulu mencapai kesepakatan deeskalasi dengan kedua pihak, kemudian menetapkan jadwal putaran baru perundingan antara tim teknis," kata salah satu sumber yang terlibat dalam proses mediasi.
Laporan itu muncul ketika Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.
Pada Kamis, Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania sebagai balasan atas serangan Washington yang berlangsung selama dua malam berturut-turut.