Petugas melakukan rukyat untuk melihat hilal, MI/ Arya Manggala (Agus Josiandi)
Apa Itu Hilal dan Mengapa Jadi Acuan Awal Ramadan? Ini Penjelasannya
Putri Purnama Sari • 14 February 2026 16:51
Jakarta: Menjelang bulan suci Ramadan 2026, pembahasan tentang hilal kembali menjadi perhatian umat Islam. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dijadwalkan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026 untuk menetapkan awal Ramadan tahun ini.
Dalam kalender Islam, pergantian bulan hijriah tidak ditentukan oleh tanggal tetap seperti kalender masehi, melainkan berdasarkan kemunculan hilal. Lantas, apa itu hilal dan mengapa menjadi penentu awal Ramadan? Berikut informasinya.
Apa Itu Hilal?
Hilal adalah fase awal bulan sabit yang pertama kali terlihat di ufuk barat setelah matahari terbenam. Kemunculan hilal menandai berakhirnya satu bulan hijriah dan dimulainya bulan baru dalam kalender Islam.Dalam praktiknya, hilal menjadi penanda penting untuk menentukan awal bulan-bulan besar dalam Islam seperti Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Ketiga bulan tersebut berkaitan langsung dengan ibadah utama umat Islam, seperti puasa, Idulfitri, dan Iduladha.
Baca Juga :
Mengapa Hilal Menjadi Penentu Awal Ramadan?
Penetapan awal Ramadan berlandaskan pada ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk memulai puasa ketika hilal telah terlihat. Oleh karena itu, keberadaan hilal menjadi acuan utama dalam menentukan kapan ibadah puasa dimulai.Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Syaban, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadan. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari, dan Ramadan dimulai sehari setelahnya.
Metode Penentuan Hilal

Pantauan hilal. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani.
Dalam menentukan keberadaan hilal, terdapat dua metode utama yang digunakan:
1. Rukyatul Hilal (Pengamatan Langsung)
Metode ini dilakukan dengan cara mengamati hilal secara langsung setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu optik seperti teleskop.
Biasanya, pengamatan dilakukan di berbagai titik strategis yang memiliki cakrawala barat yang jelas agar visibilitas hilal lebih optimal.
2. Hisab (Perhitungan Astronomi)
Metode hisab menggunakan perhitungan matematis dan data astronomi untuk mengetahui posisi bulan secara akurat. Dengan teknologi modern, prediksi kemunculan hilal dapat diketahui sebelum dilakukan rukyat.
Meskipun perhitungan hisab semakin akurat, hasil akhirnya tetap dikaji bersama dalam forum resmi pemerintah.
Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Februari 2026
Untuk menentukan awal Ramadan 2026, Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026. Dalam prosesnya, pemantauan hilal dilakukan di sekitar 96 titik lokasi di seluruh Indonesia.Sidang Isbat menjadi forum resmi yang menggabungkan hasil rukyatul hilal dan data hisab. Jika hilal dinyatakan terlihat dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka Ramadan akan dimulai keesokan harinya. Jika tidak, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Keputusan Sidang Isbat inilah yang menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com