PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)
Takaichi Janjikan Pemotongan Pajak usai Kemenangan LDP di Pemilu Jepang
Willy Haryono • 9 February 2026 19:04
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berjanji akan memangkas pajak dan mempertahankan susunan kabinetnya setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pada Minggu, 8 Februari 2026.
Dalam proyeksi lembaga penyiaran NHK, LDP diperkirakan mengamankan 316 kursi dari total 500 kursi di Majelis Nasional, sekaligus meraih mayoritas dua pertiga di majelis rendah. Hasil tersebut disebut sebagai kemenangan “bersejarah."
Capaian ini menjadi hasil terbaik LDP sejak partai itu didirikan pada 1955, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 300 kursi yang diraih pada 1986 di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Yasuhiro Nakasone.
Mitra junior LDP, Japan Innovation Party, memenangkan 36 kursi, sementara oposisi utama Centrist Reform Alliance hanya mampu mempertahankan 49 dari 172 kursi yang sebelumnya mereka kuasai.
Para analis menilai kemenangan besar tersebut tidak lepas dari popularitas Takaichi, yang merupakan perdana menteri perempuan pertama Jepang, serta memberi ruang baginya untuk mendorong perubahan signifikan dalam kebijakan keamanan, imigrasi, dan ekonomi.
Dalam wawancara televisi dengan NHK pada Senin, Takaichi mengatakan pemerintahannya akan menitikberatkan kebijakan yang bertujuan menjadikan Jepang lebih kuat dan sejahtera.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong pemotongan pajak konsumsi, sebagaimana dijanjikan LDP selama kampanye. Partai berkuasa sebelumnya menyatakan akan meringankan beban rumah tangga dengan menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8 persen selama dua tahun.
“Kebanyakan partai mendukung pengurangan pajak konsumsi, seperti menurunkan pajak makanan menjadi nol, atau 5 persen, atau memangkas pajak semua barang menjadi 5 persen,” kata Takaichi, dikutip dari Al Jazeera, Senin, 9 Februari 2026.
“LDP juga berkampanye dengan agenda pemotongan pajak konsumsi. Saya sangat ingin menyerukan pembentukan forum lintas partai untuk mempercepat pembahasan ini, karena ini adalah isu besar,” imbuhnya.
Takaichi juga mengisyaratkan tidak akan melakukan perombakan kabinet, seraya menyebut jajaran menterinya saat ini sebagai “tim yang baik”.
Ketua kelompok lobi bisnis terbesar Jepang, Keidanren, menyambut hasil pemilu tersebut dan menilai kemenangan itu akan membantu memulihkan stabilitas politik.
“Perekonomian Jepang kini berada di titik krusial untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan kuat,” kata Yoshinobu Tsutsui.
Sorotan Global Pascakemenangan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan dukungannya kepada Takaichi, menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial dan mendoakan agar ia meraih “kesuksesan besar."Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga menyampaikan selamat dan mengatakan berharap dapat segera bertemu dengan Takaichi di Seoul. Para pemimpin India, Italia, dan Taiwan turut menyambut kemenangan tersebut.
Namun, laporan dari Tokyo oleh koresponden Al Jazeera Patrick Fok menyebut pesan ucapan selamat dari Presiden Taiwan William Lai Ching-te berpotensi memicu ketegangan dengan Tiongkok.
“Ingat bahwa Takaichi memicu kemarahan Tiongkok setelah menyatakan bahwa Jepang mungkin akan turun tangan jika terjadi serangan Tiongkok terhadap Taiwan,” kata Fok, merujuk pada kontroversi diplomatik yang muncul tak lama setelah Takaichi menjabat tahun lalu.
“Cara ia menangani hubungan antara Tokyo dan Beijing kemungkinan besar akan menentukan arah kebijakan luar negeri Jepang,” tambahnya.
Tiongkok memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan disebut terus mencermati kepemimpinan Takaichi serta hasil pemilu di Jepang.
Mandat politik yang kuat bagi Takaichi juga dinilai dapat mempercepat rencananya untuk memperkuat pertahanan militer Jepang, langkah yang oleh Beijing dianggap sebagai upaya menghidupkan kembali masa lalu militeristik Jepang.
“Beijing tidak akan menyambut kemenangan Takaichi,” kata David Boling, prinsipal di Asia Group, sebuah firma penasihat risiko geopolitik.
“Tiongkok kini harus menghadapi kenyataan bahwa Takaichi telah kokoh berkuasa dan upaya mereka untuk sepenuhnya mengisolasinya gagal,” ujar Boling kepada kantor berita Reuters.
Baca juga: Partai LDP Menang Pemilu Jepang, Posisi PM Sanae Takaichi Aman