Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Militer Kolombia Bertambah Jadi 66 Orang

Evakuasi korban jatuhnya pesawat militer Kolombia. Foto: Anadolu

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Militer Kolombia Bertambah Jadi 66 Orang

Muhammad Reyhansyah • 24 March 2026 19:09

Bogota: Korban jiwa akibat kecelakaan pesawat militer di wilayah selatan Kolombia dilaporkan meningkat menjadi sedikitnya 66 orang pada Senin, 23 Maret 2026. 

Insiden mematikan tersebut melibatkan sebuah pesawat pengangkut milik militer yang membawa total 125 orang saat jatuh di kawasan Putumayo.

Dilansir dari Anadolu, Selasa, 24 Maret 2026, pesawat berjenis Hercules C-130 tersebut tercatat mengangkut 114 personel angkatan darat dan 11 kru pesawat. Berdasarkan laporan media lokal, kecelakaan terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas dari Puerto Leguizamo. 

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya pesawat bermesin turboprop tersebut masih menjadi tanda tanya.

Sebelumnya, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan bahwa faktor pemicu kecelakaan tersebut belum dapat dipastikan. 

Meskipun operasi evakuasi terus dilakukan, pihak berwenang masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap latar belakang tragedi tersebut.

Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Pertahanan Kolombia telah mengaktifkan seluruh protokol bantuan bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Langkah ini diambil secara paralel dengan mobilisasi otoritas terkait untuk mengamankan lokasi kecelakaan dan memulai proses investigasi mendalam.

Menteri Pertahanan, Pedro Sanchez, menyampaikan rasa simpati mendalam atas tragedi yang menimpa jajaran militer negara tersebut. Ia juga menekankan pentingnya akurasi informasi dalam menghadapi masa sulit ini.

"Saya menyampaikan belasungkawa paling tulus kepada keluarga yang terdampak dan, demi menghormati duka mereka, saya mengimbau semua pihak untuk menghindari spekulasi hingga informasi resmi tersedia," pungkas Pedro Sanchez.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)