Karhutla Palangka Raya Tembus 151 Kejadian, Jekan Raya Terbanyak

Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kota Palangka Raya. ANTARA/Auliya Rahman.

Karhutla Palangka Raya Tembus 151 Kejadian, Jekan Raya Terbanyak

Lukman Diah Sari • 6 August 2026 19:59

Palangka Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menangani 151 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Juni hingga 5 Agustus 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan bahwa ratusan kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 162,49 hektare lahan terbakar yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Selama periode 1 Juni sampai 5 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 151 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 162,49 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah di Kecamatan Sabangau," kata Heri di Palangka Raya, Kamis, 6 Agustus 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, kejadian karhutla terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 96 kali, disusul Sebangau 34 kali, Pahandut 16 kali, dan Bukit Batu lima kali, sedangkan Kecamatan Rakumpit nihil kejadian. Heri menjelaskan, setiap laporan kebakaran ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman ke lokasi. Penanganan dilakukan secara cepat agar api tidak meluas, terutama pada lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar saat musim kemarau.

Dalam pelaksanaan pemadaman, BPBD berkolaborasi dengan berbagai unsur, di antaranya Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, masyarakat peduli api (MPA), serta didukung perangkat kecamatan dan kelurahan sesuai wilayah terdampak.

"Sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian karhutla, mulai dari pemadaman darat, patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, hingga penyediaan sumber air di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran," ujar dia.


Ilustrasi karhutla. Sumber : BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi menambahkan, selain penanganan di lapangan, BPBD juga terus memperkuat langkah antisipasi dan pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan karhutla, sosialisasi kepada masyarakat, penyebarluasan informasi peringatan dini, serta pemetaan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Kami terus mengedepankan upaya pencegahan karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata pria yang akrab disapa Budi ini.

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan logistik selama musim kemarau berlangsung.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kering, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap kepada BPBD, aparat kelurahan, maupun layanan darurat terdekat.

(Lukman Diah Sari)