Isu Kenaikan Harga BBM Picu Panic Buying, Simak Penyebab dan Dampaknya

Ilustrasi SPBU. Sumber istimewa

Isu Kenaikan Harga BBM Picu Panic Buying, Simak Penyebab dan Dampaknya

Muhamad Marup • 31 March 2026 18:25

Jakarta: Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu terjadinya panic buying. Dilaporkan terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Fenomena tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Panic buying terjadi karena ada krisis yang melatarbelakangi, seperti pada masa Pandemi Covid-19.

Saat ini, krisis diprediksi terjadi karena adanya konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. BBM menjadi salah satu komoditi terdampak sehingga masyarakat melakukan panic buying.

Panic buying tidak hanya terjadi karena krisis. Melansir situs Binus University, terdapat beberapa faktor penyebab seseorang melakukan panic buying sebagai berikut.

Penyebab Panic Buying

1. Kecemasan Antisipatoris

Kecemasan antisipatoris adalah kecemasan atau ketakutan seseorang yang dialami saat kejadian itu belum berlangsung. Dalam situasi isu kenaikan harga BBM, seseorang yang mengalami panic buying mengalami kecemasan karena harus mengeluarkan uang yang lebih banyak dari biasanya.

2. Herd Mentality

Herd mentality adalah ketika seseorang menginterpretasikan bahaya situasi berdasarkan bagaimana orang lain beraksi. Dalam kasus panic buying, ketika seseorang  melihat banyak orang yang membeli suatu barang, maka ia akan mengikuti perilaku tersebut.

3. Informasi palsu dan penyebaran rumor yang tidak benar

Di era sekarang, informasi akan menyebar dengan cepat. Informasi tersebar dengan cepat, baik berita yang benar maupun berita tidak benar. Panic buying dapat terjadi ketika masyarakat sudah terkena rumor yang salah.

Dampak Panic Buying

Panic buying adalah aktivitas membeli barang secara berlebihan karena khawatir akan sesuatu hal buruk terjadi. Seseorang yang melakukan panic buying akan menyimpan barang-barang yang dibutuhkan untuk waktu yang lama.

Jika  memunculkan beberapa kebijakan yang mampu menanggulangi kegiatan panic buying ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membatasi pembelian pada suatu produk. Jika panic buying BBM terus terjadi, bukan tidak mungkin pemerintah justru melakukan pembatasan dan berimbas pada kenaikan harga BBM.

Pencegahan Panic Buying

1. Memilih informasi yang benar

Penting bagi kita untuk membaca informasi yang berasal dari sumber yang terpercaya, sehingga kita dapat membedakan informasi yang benar-benar akurat dengan informasi hoax.


Ilustrasi SPBU. Sumber istimewa

2. Membeli secukupnya

Membeli barang secukupnya dan sesuai kebutuhan akan membuat kita terhindar dari panic buying. Salah satu caranya adalah dengan membuat daftar apa saja yang harus dibeli sebelum pergi berbelanja. Ini membantu kita agar membeli barang sesuai yang ada di dalam daftar tersebut.

Perlu diingat bahwa kebutuhan dengan keinginan merupakan hal yang berbeda, sehingga ketika kita ingin berbelanja beli yang memang benar-benar menjadi kebutuhan kita.

3. Peduli dengan sesama

Perlu diingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan barang pokok tersebut. Adanya panic buying, membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan, sebab barang tersebut sudah habis dibeli oleh masyarakat yang menjadi korban panic buying.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)