Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan). Foto: Dok. Kemenhut.
Kunjungi Way Kambas, Menhut Tekankan Proteksi Satwa dari Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 20 September 2026 22:55
Lampung: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api semata. Namun, wajib memprioritaskan keselamatan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
“Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ujar Raja Juli saat meninjau Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Kaja Glomm, Minggu, 20 September 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Raja Juli guna memastikan kesiapan penuh sarana dan prasarana (sarpras) mitigasi karhutla di kawasan konservasi TN Way Kambas. Menurutnya, penanganan karhutla di kawasan pelestarian alam perlu menerapkan strategi terpadu, mulai dari pemadaman darat, dukungan helikopter water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Guna mendukung efektivitas penanganan di lapangan, mitigasi aktif terus dilancarkan melalui pemantauan sistem SIPONGI, pembangunan pos pantau, serta pembentukan tim gabungan lintas instansi yang dilengkapi dengan armada mobil slip on.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (keempat kanan) saat meninjau Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Kaja Glomm. Foto: Dok. Kemenhut.
Dari sisi kesiapan personel dan peralatan, TN Way Kambas saat ini disiagakan oleh 17 anggota Manggala Agni dan 44 Polisi Kehutanan. Operasional penanggulangan turut disokong oleh tujuh unit kendaraan roda empat, 33 unit kendaraan roda dua dan tiga, delapan set mesin pompa, 60 unit jetshooter, hingga dua unit tenda darurat.
Di samping penguatan mitigasi bencana karhutla, TN Way Kambas kini tengah berproses menuju status Badan Layanan Umum (BLU). Langkah transformasi di bawah pengawasan Satgas Pembiayaan Taman Nasional ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola serta skema pembiayaan berkelanjutan di kawasan konservasi tersebut.