Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengunjungi TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Magetan.
Ibas Dorong TPS3R Diperluas ke Setiap Desa Secara Terpadu
Arga Sumantri • 19 September 2026 21:22
Magetan: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keberadaan TPS3R merupakan bagian penting dari upaya membangun tata kelola lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Ibas saat melakukan kunjungan ke TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Magetan. Ibas melihat langsung proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah rumah tangga yang dilakukan masyarakat sekaligus berdialog dengan pemerintah desa dan masyarakat mengenai kondisi serta kebutuhan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Menurut Ibas, persoalan sampah tidak dapat hanya diselesaikan dengan mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari rumah tangga.
"Kalau bukan kita yang mengelola sampah rumah tangga, siapa lagi? Karena kita mencintai alam ini. Salah satunya dengan memastikan alam yang kita huni tetap bersih, sehat, dan nyaman," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2026.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik dan nonorganik, kata Ibas, perlu dipisahkan sebelum dikumpulkan dan dibawa ke TPS3R agar dapat diolah sesuai jenis dan manfaatnya.
"Caranya sederhana. Kita mulai dari diri kita masing-masing. Anak-anak kita juga harus mulai diajarkan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan," kata dia.
Sampah sebagai Sumber Manfaat
Dalam kunjungannya, Ibas melihat langsung aktivitas para pengelola TPS3R yang menangani sampah masyarakat. TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo berdiri sejak 2025 dan telah beroperasi sekitar delapan bulan. Sampah yang dikelola berasal dari sejumlah sumber di sekitar masyarakat, di antaranya pondok pesantren, dapur SPPG, pasar, dan lingkungan permukiman.Sampah yang terkumpul tidak sekadar dibuang, tetapi dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan kompos cair, sementara sampah anorganik dapat dijual kembali atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.
Ibas Yudhoyono mengapresiasi kerja para pengelola TPS3R yang menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah bagi masyarakat.
"Ini tugas yang mulia. Tidak semua orang mau berhubungan dengan sampah. Tetapi mereka yang bekerja di sini memikirkan kepentingan banyak orang, bukan hanya dirinya sendiri," ungkap dia.
Ia juga mendorong agar hasil pengolahan sampah dapat terus dikembangkan sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Sekaligus, kembali memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perkebunan.
"Ini pola terpadu yang mesti kita kembangkan bersama. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk pupuk yang kemudian kembali kepada petani," jelas Ibas.
Saat ini, pupuk yang dihasilkan TPS3R Manunggal belum dipasarkan secara luas. Makanya, pengembangan kapasitas dan inovasi pengolahan dinilai penting agar hasil pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengunjungi TPS3R Manunggal Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Magetan.
Dorong TPS3R Diperluas
Ibas menilai model pengelolaan sampah seperti yang dilakukan masyarakat Desa Kartoharjo dapat menjadi contoh yang dikembangkan secara bertahap di wilayah lain. Menurut dia, kebutuhan terhadap fasilitas pengelolaan sampah akan terus meningkat seiring aktivitas masyarakat.Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
"Ini bentuk kolaborasi antara kementerian dan daerah untuk memastikan ada tempat pengolahan sampah Reduce, Reuse, Recycle. Walaupun alatnya masih sederhana, paling tidak sudah membantu merumuskan bagaimana sampah bisa menjadi kompos, pupuk, dan produk lainnya," kata Ibas.
Ia berharap, apabila kapasitas fiskal daerah semakin kuat, pengembangan fasilitas serupa dapat diperluas ke lebih banyak desa.
"Idealnya setiap desa memiliki sistem pengelolaan sampah seperti ini. Kita lakukan pelan-pelan, bertahap, tetapi harus berjalan," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah di Desa Kartoharjo, Ibas juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana penunjang, berupa kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah serta sejumlah alat kebersihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas pengelola sekaligus memperkuat kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Legislator Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VII itu berharap TPS3R Kartoharjo dapat terus berkembang sebagai contoh pengelolaan sampah yang mandiri, terpadu, dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
"Semoga lingkungan kita semakin asri, semakin bersih, semakin hijau, semakin sehat, dan semakin tenteram," ucap Ibas.