Vanaya Institute dan GNIK Cetak Productivity Coach Tingkatkan Daya Saing SDM

Vanaya Institute berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar program 'One Company One Productivity Coach'. (Metro TV/ Ruli Pamungkas)

Vanaya Institute dan GNIK Cetak Productivity Coach Tingkatkan Daya Saing SDM

Metro TV • 19 September 2026 17:22

Semarang: Upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan melalui peningkatan produktivitas kerja. Vanaya Institute berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar program “One Company One Productivity Coach” untuk mencetak pendamping produktivitas di lingkungan perusahaan.

Program ini dirancang untuk menciptakan setidaknya satu productivity coach di setiap perusahaan. Kehadiran coach diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja organisasi melalui pendampingan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“Harapannya dengan judul One Company One Productivity Coach, kita bisa menciptakan satu coach di satu perusahaan. Di mana ini juga mendukung dari tujuan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas di Indonesia,” kata Program Manager & Brand Manager Vanaya Institute, Raden Shafira Destiana, di Semarang, Sabtu, 19 September 2026.


Vanaya Institute merupakan sekolah coaching yang menerapkan pendekatan evidence-based berbasis ilmu otak dan neurosains. Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu peserta membangun pola pikir produktif, meningkatkan etos kerja, serta menumbuhkan ketangkasan dalam bekerja atau agile habit.

Menurut Shafira, program Productivity Coach juga difokuskan pada penguatan work ethic dan agile mindset. Program tersebut ditargetkan dapat mencetak 100 ribu coach di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapannya kita bisa mencetak 100.000 coach di Indonesia, mungkin untuk beberapa tahun ke depan yang sejalan dengan rencana dari Indonesia National Competence dan BNSP,” ujarnya.

Shafira mengatakan peningkatan produktivitas menjadi salah satu hal yang perlu didorong untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia. Menurut dia, pendekatan brain-focused coaching diharapkan dapat membantu peserta membangun kebiasaan kerja yang lebih produktif.

“Harapannya dengan adanya coaching ini bisa mem-provoke, apalagi dengan keunggulan dari Vanaya Institute ini kan berfokus pada otak, harapannya bisa meningkatkan dari agile habit-nya, mulai dari work ethic-nya juga,” katanya.


Vanaya Institute berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar program 'One Company One Productivity Coach'. (Metro TV/ Ruli Pamungkas)


Sementara itu, Area Director GNIK Jawa Tengah sekaligus Ketua Approdi Jawa Tengah, Titi Agustina, mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan setidaknya satu productivity coach di setiap perusahaan, industri, atau lembaga.

“Harapan GNIK kerja sama dengan Vanaya Institute ini akan mencetak productivity coach itu di satu company itu paling enggak satu coach untuk meningkatkan performance daripada perusahaan atau industri atau lembaga tersebut,” ujar Titi.

Menurut Titi, keberadaan productivity coach diharapkan dapat membantu perusahaan menangani berbagai persoalan internal sehingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Harapannya setelah ini selesai, jadi semua problem yang ada di perusahaan bisa ditingkatkan dengan adanya coach tadi. Terutama goal-nya di akhir adalah peningkatan produktivitas,” katanya.

Titi menilai produktivitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Karena itu, kemampuan coach dalam mendampingi sumber daya manusia dinilai perlu diperkuat.

Ia mengatakan pendekatan brain coaching juga mendorong seorang coach untuk memiliki keterbukaan dalam mendampingi peserta.

 “Saya rasa nanti dengan mencetak para coach tadi, bagaimana coach itu mampu dengan teknik-teknik brain coaching, yaitu mampu seorang coach itu open mind, kemudian open heart, dan open will. Sehingga semuanya bisa berkembang,” ujarnya.


Vanaya Institute berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar program 'One Company One Productivity Coach'. (Metro TV/ Ruli Pamungkas)


Program “One Company One Productivity Coach” disebut selaras dengan arah pembangunan produktivitas nasional dalam Rencana Induk Produktivitas Nasional 2025–2029 serta menjadi bagian dari persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Selain menyelenggarakan kelas sertifikasi coaching di Jawa Tengah, Vanaya Institute berencana menggelar roadshow One Company One Productivity Coach” ke berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas jangkauan program.

Melalui pengembangan productivity coach berbasis pendekatan ilmu otak, penyelenggara berharap dapat mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing di berbagai sektor. (Ruli Pamungkas)

(Silvana Febiari)