Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Relawan

Bupati Probolinggo Muhammad Haris (tengah) bersama Kapolres dan Dandim menggelar konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis (15/10/2026) malam. ANTARA/HO-Istimewa

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Relawan

Whisnu Mardiansyah • 15 October 2026 23:22

Probolinggo: Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak saat berupaya memadamkan kebakaran.

Tiga korban meninggal dunia merupakan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony. Sementara itu, korban keempat bernama Sefriel Ardiansyah, yang bekerja di hotel Artotel Bromo.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris menjelaskan tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan rujukan ke rumah sakit.

"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Bupati Probolinggo Muhammad Haris dalam konferensi pers yang digelar di RSUD Tongas, seperti dilansir Antara, Kamis malam, 15 Oktober 2026.
 


Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya, yakni Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius. Keduanya dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh penanganan medis intensif.

Haris berharap kedua korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih. Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjut dia, akan menanggung seluruh biaya pengobatan dengan berkoordinasi bersama pihak TNBTS.

"Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik. Pengobatan sepenuhnya akan ditanggung Pemkab Probolinggo dan tentunya berkoordinasi dengan pihak TNBTS," tuturnya.


Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.


Enam Orang Terjebak saat Memadamkan Api

Haris menyampaikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah berlangsung cukup lama dan menjadi kejadian yang hampir berulang setiap tahun. Meski demikian, menurut dia, kebakaran sebelumnya belum pernah menimbulkan korban jiwa.

"Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," katanya.

Ia menjelaskan, pada awalnya terdapat 12 orang yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun, api yang terus meluas membuat kelompok tersebut terpisah, hingga enam orang terjebak di tengah kebakaran akibat perubahan arah angin yang berlangsung cepat.

"Selama ini penanganan karhutla dilakukan dengan cermat dan baik, bahkan Kepala BNPB juga turun ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan karhutla dengan memprioritaskan keselamatan petugas yang memadamkan karhutla," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyampaikan duka cita atas meninggalnya para petugas dan relawan yang bertugas memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

(Whisnu M)