Kanselir Jerman Friedrich Merz. (Anadolu Agency)
Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir Militer
Willy Haryono • 13 October 2026 22:03
Berlin: Kanselir Jerman Friedrich Merz mendesak Iran menghentikan tindakan yang mengganggu stabilitas kawasan, setelah melakukan percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Selasa, 13 Oktober 2026, menurut juru bicara pemerintah Jerman.
Juru bicara pemerintah Stefan Kornelius mengatakan Merz dan Mohammed bin Salman membahas serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran, situasi di Timur Tengah, serta upaya mengakhiri konflik regional.
“Kanselir mengecam sekeras-kerasnya serangan teroris terbaru yang dilakukan Houthi yang didukung Iran,” kata Kornelius.
“Kanselir dan putra mahkota sepakat bahwa serangan ini harus segera dihentikan," sambungnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Menurut Kornelius, Merz juga menegaskan blokade jalur pelayaran yang diberlakukan Iran dan Houthi di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab harus segera diakhiri.
“Iran harus akhirnya terlibat dalam perundingan serius dan berhenti mengganggu stabilitas kawasan. Pada saat yang sama, Iran harus membuka Selat Hormuz secara permanen dan tanpa pembatasan serta menghentikan program nuklir militernya,” tambahnya.
Merz dan Mohammed bin Salman juga membahas dampak konflik terhadap harga energi di Jerman serta langkah-langkah untuk menstabilkannya, menurut juru bicara tersebut.
Baca juga: Kanselir Merz Serukan Kemandirian Eropa di Tengah Gejolak Global