Semangat Kepahlawanan Diwujudkan lewat Kepedulian di Papua

Logo Hari Pahlawan 2026. Foto: Dok. Kemensos.

Semangat Kepahlawanan Diwujudkan lewat Kepedulian di Papua

Fachri Audhia Hafiez • 8 November 2026 16:42

Jakarta: Pendekatan humanis yang diusung personel Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 dan aparat keamanan di Tanah Papua menuai respons positif. Momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan saat ini dapat diteruskan melalui kepedulian sosial serta mempererat persaudaraan antara aparat dan warga.

“Semangat kepahlawanan masa kini dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Kehadiran aparat yang mengedepankan pendekatan humanis merupakan langkah positif untuk membangun kepercayaan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua,” ujar tokoh perempuan Papua, Laura Dungguri dalam keterangannya, Minggu, 8 November 2026.
 


Laura menilai, berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan aparat menunjukkan bahwa kehadiran mereka tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum. Namun, menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Pendekatan humanis ini merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Menurut Laura, interaksi langsung, penyaluran bantuan sosial, serta komunikasi terbuka terbukti ampuh memperkuat hubungan antara institusi Polri dan warga lokal.
Dalam momentum menyambut Hari Pahlawan, Laura turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan persatuan dan gotong royong sebagai landasan utama menjaga kedamaian di Tanah Papua. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi.

“Papua adalah rumah kita bersama. Mari meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dengan menjaga persatuan, saling membantu, dan mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, serta sejahtera,” ujar Laura.

Laura menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi kondusif di Papua memerlukan kolaborasi menyeluruh, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, hingga pemuda. Pendekatan humanis yang disertai semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk memperkokoh kepercayaan publik dan melanjutkan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua.

(Fachri Audhia Hafiez)