Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan. Foto: Antara.
BNPB: Meski Hujan, Armada Udara Tetap Siaga Penuh Atasi Karhutla
Anggi Tondi Martaon • 3 November 2026 17:47
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan armada udara masih bersiaga meski hujan turun di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, hujan bukan menjadi jaminan bahwa ancaman karhutla berakhir, khususnya pada lahan gambut yang masih menyimpan bara api di dalam tanah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, pemerintah tetap menyiagakan puluhan armada udara secara penuh untuk mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru. Penyiagaan difokuskan di berbagai daerah prioritas.
Berton menyampaikan, BNPB memetakan sejumlah provinsi yang masih menjadi fokus utama penanganan, meliputi Papua Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, serta Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data pemantauan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, luas lahan terdampak tercatat bervariasi di masing-masing wilayah. Seperti di Papua Selatan seluas 455 hektare, Kalimantan Tengah 547 hektare, Kalimantan Timur 60 hektare, Nusa Tenggara Timur 14 hektare, Sulawesi Tenggara 91 hektare, hingga Sulawesi Tengah seluas 89 hektare.
"Kondisi khusus ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, di mana meskipun hujan telah turun beberapa waktu lalu, karakteristik lahan berupa gambut membuat api di permukaan tampak padam namun bara di bawah permukaan masih menyala," kata Berton dikutip dari Antara, Selasa, 3 November 2026.
Berton menjelaskan bahwa bara api yang tersimpan di dalam lapisan gambut tersebut dinilai sangat berbahaya. Sebab, berpotensi memicu terjadinya kembali kebakaran hutan baru jika tidak segera ditangani secara intensif oleh petugas di lapangan.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BNPB tetap mengerahkan sebanyak 51 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan bersama tim pemadaman darat di berbagai provinsi guna menyesuaikan tingkat eskalasi masalah karhutla di daerah.
Dari total 51 unit armada udara yang dikerahkan tersebut, sebanyak 30 unit dikhususkan untuk operasi pemboman air atau water bombing. Sedangkan 21 unit lainnya disiagakan untuk keperluan patroli serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
.jpeg)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.
Adapun operasi modifikasi cuaca sendiri secara khusus terus digencarkan di tiga provinsi utama, yakni Kalimantan Tengah dengan sebaran enam sorti, Kalimantan Selatan sebanyak dua sorti, dan Sumatera Selatan sebanyak empat sorti.
"Untuk Sumatera Selatan ada empat sorti, kami sebarkan NaCl sebanyak 5.600 kilogram dan dilaporkan ada hujan di beberapa tempat seperti di Palembang, Muara Padang, dan Banyuasin," kata Berton.
Selain itu, Berton menjelaskan bahwa BNPB telah menyebarkan material semai berupa 19.500 kilogram dry ice dan NaCl di ketiga provinsi tersebut. Upaya itu berhasil memicu turunnya hujan di berbagai kabupaten kota guna menekan laju karhutla secara optimal.