Pedro Alliana Dilantik Jadi Presiden Paraguay, Janji Ganti Dana Nasabah Ueno Bank

Pedro Alliana resmi dilantik sebagai Presiden baru Paraguay pada Jumat, 6 November 2026. (Anadolu Agency)

Pedro Alliana Dilantik Jadi Presiden Paraguay, Janji Ganti Dana Nasabah Ueno Bank

Willy Haryono • 7 November 2026 14:16

Asunción: Pedro Alliana resmi dilantik sebagai Presiden baru Paraguay pada Jumat, 6 November 2026, yang terjadi usai pemakzulan Presiden Santiago Pena atas keterkaitan dengan krisis perbankan Ueno Bank.

Dalam pidato pertamanya, Alliana berjanji memberikan kompensasi penuh kepada jutaan warga yang terdampak keruntuhan lembaga keuangan digital Ueno Bank.

Alliana, yang sebelumnya menjabat wakil presiden, mengambil alih jabatan tersebut dalam sidang luar biasa Kongres. Pelantikannya berlangsung tidak lama setelah parlemen memakzulkan dan memberhentikan Peña karena keterkaitannya dengan krisis perbankan tersebut.

“Apa yang ingin saya janjikan sangat konkret: warga negara yang saat ini mengalami masa sulit akibat bencana keuangan ini akan mendapatkan kompensasi penuh. Kami tidak akan membiarkan mereka menghadapi situasi ini sendirian,” kata Alliana dalam pidato kepresidenannya, yang dikutip laman Anadolu, Sabtu, 7 November 2026.

Pidato tersebut disampaikan tidak lama setelah Ketua Senat Basilio Núñez menyerahkan selempang kepresidenan kepadanya.

Beberapa menit setelah dinyatakan bersalah dalam pemungutan suara di Senat, Peña ditangkap di kediaman pribadinya di sebuah kawasan permukiman di ibu kota Asunción, sekitar 20 menit dari Gedung Parlemen.

Kantor Kejaksaan meminta penahanan segera terhadap Peña atas tuduhan konflik kepentingan, negosiasi ilegal, dan dugaan penggelapan yang berkaitan dengan keruntuhan Ueno Bank.

Sebelum parlemen meloloskan keputusan pemberhentiannya dengan suara 44-0, Peña sempat mengirimkan surat pengunduran diri kepada Kongres untuk meredakan krisis politik.

“Saya mengundurkan diri untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi negara dan membantu memulihkan ketenangan di Paraguay,” tulis Peña dalam pernyataan pengunduran dirinya.

“Tidak seorang pun boleh menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar. Saya mengundurkan diri dengan rasa terima kasih, tetapi juga membawa keprihatinan terhadap mereka yang saat ini menantikan jawaban,” lanjutnya.

Krisis Paraguay

Krisis politik tersebut bermula awal pekan ini ketika Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih pengawasan Ueno Bank setelah menemukan masalah serius dalam kemampuan bank memenuhi kewajiban keuangannya.

Penutupan bank tersebut membekukan aset milik 2,94 juta nasabah, atau hampir setengah dari jumlah penduduk Paraguay. Sejumlah lembaga publik dan dana pensiun besar juga terdampak, termasuk Institut Jaminan Sosial milik negara.

Anggota parlemen menuduh Peña membiarkan lembaga-lembaga pemerintah dan dana pensiun publik menempatkan dana hingga ratusan juta dolar AS di Ueno Bank, melampaui batas yang diizinkan undang-undang. Kebijakan tersebut disebut tetap berlangsung meskipun terdapat peringatan mengenai pemberian pinjaman kepada pihak internal dan tidak adanya jaminan yang memadai.

Dalam instruksi eksekutif pertamanya, Alliana memerintahkan regulator keuangan mempercepat skema pembayaran kompensasi. Prioritas diberikan kepada pemilik rekening berpenghasilan rendah dan nasabah kecil yang paling terdampak pembekuan dana.

Alliana akan melanjutkan sisa masa jabatan presiden periode 2023-2028. Pemerintahannya kini menghadapi tantangan menstabilkan sektor keuangan di tengah keresahan masyarakat yang meluas.

Baca juga: Imbas Bank Digital Bangkrut, Presiden Paraguay Putuskan Mundur

(Willy Haryono)