MotoGP. Foto: Dok Antara.
Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Ini Alasannya
Angel Rinella • 2 November 2026 10:37
Jakarta: Yamaha resmi mundur dari Grand Prix Qatar 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6–8 November. Keputusan tersebut diambil setelah pabrikan asal Jepang itu menilai situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan.
Pengumuman itu disampaikan Yamaha pada Minggu, 1 November 2026. Tidak hanya tim pabrikan, tim satelit mereka, Pramac Yamaha, juga dipastikan absen dari seri ke-20 MotoGP musim ini.
Dengan keputusan tersebut, empat pembalap Yamaha diperkirakan tidak akan tampil di Qatar, yakni Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez. Langkah ini diambil setelah upaya para pembalap dan tim untuk meminta pembatalan Grand Prix Qatar tidak membuahkan hasil pada Minggu siang.
Yamaha memiliki kebijakan internal yang memungkinkan perusahaan membatasi perjalanan karyawan ke wilayah terdampak konflik bersenjata. Kebijakan tersebut tetap diberlakukan setelah pabrikan mengevaluasi perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pembalap MotoGP menggelar pertemuan tertutup untuk membahas risiko perjalanan dan pelaksanaan balapan di Qatar. Pembalap Yamaha, Alex Rins, sebelumnya mengungkapkan bahwa timnya masih mempertimbangkan keikutsertaan dalam seri tersebut.
Sementara itu, pemerintah Jepang mengeluarkan imbauan agar warganya menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Qatar. Sejumlah media juga melaporkan bahwa sebagian besar pembalap telah mengirimkan surat kepada MotoGP Group untuk meminta Grand Prix Qatar dibatalkan.
Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, menyebut 19 pembalap sepakat agar seri tersebut tidak digelar. Namun, MotoGP masih berencana melanjutkan balapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Wakil CEO MotoGP, Carlos Ezpeleta, bahkan telah bertolak ke Qatar pada Kamis untuk berkomunikasi langsung dengan pihak berwenang setempat. Otoritas Qatar disebut telah memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di area paddock.
Meski demikian, perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih sulit diprediksi. Ketegangan tersebut turut menjadi perhatian karena Amerika Serikat akan menggelar pemilihan paruh waktu, sementara sejumlah negara telah mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Qatar.
Dalam pernyataan resminya, Yamaha menjelaskan keputusan mundur diambil setelah perusahaan melakukan penilaian terbaru terhadap situasi di Timur Tengah. Pabrikan tersebut belum menemukan alasan yang cukup untuk mencabut kebijakan pembatasan perjalanan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
"Setelah melakukan penilaian terbaru terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha belum menemukan alasan yang cukup untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang berlaku di seluruh perusahaan. Sebagai hasilnya, Yamaha telah menyampaikan kepada MotoGP Group keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," demikian pernyataan Yamaha Motor Co., Ltd dikutip Senin, 2 November 2026.
Yamaha juga menegaskan keputusan tersebut didasarkan pada informasi yang tersedia saat ini dan tidak berkaitan dengan kebijakan MotoGP Group maupun penyelenggara balapan.
"Keputusan ini mencerminkan penilaian Yamaha berdasarkan informasi yang tersedia saat ini dan tidak berkaitan dengan langkah-langkah yang diterapkan MotoGP Group maupun penyelenggara balapan," lanjut pernyataan tersebut.
Meski melewatkan seri Qatar, Yamaha memastikan tetap berkomitmen mengikuti kejuaraan MotoGP. Pabrikan itu menantikan kesempatan untuk kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal.