Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026
Dony Oskaria Ungkap Tiga Pilar Syarat Indonesia Jadi Negara Maju
Husen Miftahudin • 8 October 2026 10:19
Jakarta: Pemerintah telah menetapkan arah pembangunan untuk membawa Indonesia menuju status negara maju. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pencapaian target tersebut perlu diawali dengan pemetaan kondisi Indonesia saat ini agar kebijakan yang disusun sesuai dengan kebutuhan.
"Tentu untuk menjadi negara maju kita mesti memahami where we are today? Kalau kita tidak tahu kita hari ini ada di mana, bagaimana kita tahu program apa yang dibutuhkan untuk menjadi negara maju," tutur Dony dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dony mengatakan upaya menuju negara maju membutuhkan pembangunan sejumlah sektor secara bersamaan. Salah satu aspek utama ialah penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Menurut Dony, pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan dalam pembangunan SDM, termasuk stunting, keterbatasan akses pendidikan, dan persoalan layanan kesehatan.
"Yang pertama kita menyadari untuk menjadi negara maju pilarnya mesti komplet. Yang pertama kita percaya bahwa harus ada kekuatan sumber daya manusia yang hebat untuk menjadi negara maju," ujarnya.
Dony menyebut sekitar 19 persen anak di Indonesia mengalami stunting. Selain itu, lebih dari tiga juta anak disebut belum memperoleh akses pendidikan, sementara kualitas kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian.
"Lalu muncul lah programnya, bagaimana intervensi pemerintah untuk bagaimana menurunkan angka-angka ini. Kemudian muncullah program MBG. Kita harus melihat bahwa program itu dalam rangka menurunkan tingkat stunting kita yang tinggi, ada objektifnya," jelas Dony.
Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan
Dony juga menempatkan akses pendidikan sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan SDM. Menurut dia, pendidikan dapat menjadi instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus memperkuat fondasi menuju negara maju.
"Pemerintah membangun Sekolah Rakyat yang tujuannya untuk menyediakan pendidikan yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Program Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dengan sistem asrama. Peserta didik mendapatkan fasilitas tempat tinggal, tenaga pengajar, dan layanan pendidikan dalam program tersebut.
"Sekolah Rakyat ini baru pertama kali di pemerintahan, bahwa seluruh orang termiskin sekalipun harus masuk sekolah, dari SD sampai SMA, disediakan asrama, gurunya, hingga pendidikan," ujarnya.
Selain memperluas kesempatan memperoleh pendidikan, pemerintah juga menjalankan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satunya melalui pemanfaatan smart board di sekolah serta pembenahan fasilitas pendidikan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
"Kemudian kita melakukan perbaikan terhadap kualitas pendidikan kita, menyediakan smart board di sekolah-sekolah, memperbaiki sekolah-sekolah kita, puluhan ribu sekolah yang sudah diperbaiki oleh pemerintah," tutur dia.
Pemerintah juga mengembangkan sekolah unggulan dengan standar pendidikan tertentu. Dony menyebut Sekolah Garuda sebagai salah satu program yang diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, termasuk melalui dukungan terhadap penerapan kurikulum internasional.
"Kemudian membuat sekolah unggulan dengan standardisasi yang baik, ada Sekolah Garuda, kemudian juga mendukung dengan kurikulum internasional," jelas dia.
Dony menegaskan penguatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
"Kalau untuk menjadi negara maju, kita harus memiliki kemampuan di sumber daya manusia," tegasnya.
Perkuat Layanan Kesehatan
Menurut Dony, pembangunan kualitas SDM perlu berjalan beriringan dengan peningkatan layanan kesehatan. Pemerintah menjalankan sejumlah program untuk memperluas dan memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat.
"Kalau itu semua sudah, maka pemerintah harus hadir dalam kesehatan. Makanya dilakukan ada program cek kesehatan gratis, perbaikan terhadap puskesmas, perbaikan RSUD, membuka sekolah kedokteran kita, dan akan menaikkan gaji dokter," jelas dia.
Dony menilai agenda pembangunan perlu dirancang secara menyeluruh dengan melihat berbagai persoalan dalam perspektif yang lebih luas. Pemerintah, menurut dia, tidak cukup hanya berfokus pada persoalan teknis atau taktis dalam jangka pendek.
"Jadi kita harus melihat komprehensif, tidak bisa kita terjebak kepada diskusi di level taktikal. Kita harus melihat global perspektif," tegas Dony.