Update Dampak Gempa Sumba Barat Daya: 107 Bangunan Rusak

Bangunan rusak akibat gempa bumi di Sumba Barat Daya, NTT. (Metro TV)

Update Dampak Gempa Sumba Barat Daya: 107 Bangunan Rusak

Metro TV • 5 October 2026 21:04

Sumba Barat Daya: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat data sementara sebanyak 107 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo (M) 5,9 (dimutakhirkan dari sebelumnya M 6,1) pada Minggu, 4 Oktober 2026. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wula, menyampaikan bahwa data ini masih bersifat sementara karena laporan kerusakan dari berbagai desa masih terus masuk.

Pihaknya mencatat, kategori rumah penduduk, 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak ringan. Sementara itu, fasilitas umum yang terdampak meliputi 1 bangunan rusak sedang dan 15 bangunan rusak ringan, yang terdiri dari sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan gereja.

“Khususnya untuk rumah penduduk, cukup banyak yang terdampak. Ada 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak ringan. Data ini terus masuk kepada kami, dan kami masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing desa,” kata Ratu, Senin, 5 Oktober 2026. 

Selain kerusakan infrastruktur, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa. Warga tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sedang menjalani rawat jalan.

Terkait bangunan sekolah yang rusak, Pemkab Sumba Barat Daya telah menginstruksikan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak dilakukan di gedung yang terdampak. Siswa dialihkan ke ruangan lain guna mengantisipasi bahaya gempa susulan. Pemkab juga terus memantau kondisi fasilitas kesehatan dan rumah ibadah yang terdampak.

Di sisi lain, pemerintah mulai menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya hancur dan terpaksa mengungsi. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, pasokan air bersih, serta kebutuhan mendesak lainnya.

“Pagi ini kami akan turun langsung ke masyarakat yang mengungsi secara mandiri karena rumah mereka roboh atau hancur. Kami akan memberikan bantuan logistik makanan, dukungan air bersih, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh masyarakat,” ujar Ratu.


Kerusakan pada rumah warga akibat gempabumi M6.1 yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (4/10). (Foto: BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya)

Untuk mempercepat penanggulangan bencana, Pemkab Sumba Barat Daya tengah membentuk tim reaksi cepat yang bertugas menghimpun data kerusakan, memetakan kebutuhan warga, serta merencanakan langkah penanganan pascagempa.

Hingga Senin, 5 Oktober 2026, gempa susulan masih dirasakan warga. Salah satu gempa susulan terbesar terjadi pada Minggu malam, sekitar pukul 23.00 Wita, dengan magnitudo 4,8. Kondisi ini membuat sebagian besar warga di wilayah terdampak memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap retakan dan potensi kerusakan bangunan lebih lanjut. (Metro TV/Laus Markus Goti)

(Lukman Diah Sari)