Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Papua Barat, BPBD Upayakan Modifikasi Cuaca

Kabut asap yang menyelimut wilayah Manokwari terpantau dari ruas jalan di kawasan Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Senin (5/10/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Papua Barat, BPBD Upayakan Modifikasi Cuaca

Lukman Diah Sari • 5 October 2026 22:18

Manokwari: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat mengupayakan operasi modifikasi cuaca serta pemadaman melalui udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah kabupaten. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Papua Barat, Danang Tri Soesilo, mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan BP LNG Tangguh untuk mendukung penanganan karhutla melalui udara.

"Kami sedang membangun komunikasi untuk penanganan melalui udara, baik dengan skema water bombing maupun operasi modifikasi cuaca," ujar Danang, di Manokwari, Senin, 5 Oktober 2026, melansir Antara.

Menurut dia, pemadaman melalui udara diperlukan karena upaya penanganan menggunakan peralatan jalur darat menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan personel, peralatan, serta akses menuju lokasi kebakaran.

Kondisi karhutla seperti yang terjadi di Kabupaten Fakfak sangat sulit dipadamkan karena sebagian wilayah terdampak merupakan kawasan yang ditumbuhi alang-alang dan sebagian lainnya berupa lahan gambut.

"Pemadaman yang dilakukan menggunakan peralatan di darat sangat susah karena banyak hambatan, makanya kami butuh skema operasi modifikasi cuaca atau OMC," tuturnya.

Sebelumnya, kata dia, BPBD Papua Barat mendapat dukungan dua helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan LNG Tangguh untuk penanganan karhutla pada September 2026.

Dua helikopter tersebut kemudian dialihkan ke Kalimantan setelah operasi pemadaman di Papua Barat saat itu dinyatakan selesai. Namun, per 1 Oktober 2026, terdeteksi sebanyak 1.294 titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten.

"Fakfak menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 659 titik, sementara kebakaran juga masih terpantau di Kabupaten Teluk Bintuni," jelas Danang.

Ilustrasi perlengkapan modifikasi cuaca. Foto: dok. Medcom. 

Selain karhutla di wilayah Papua Barat, kabut asap saat ini menyelimuti sejumlah daerah, termasuk Manokwari, yang dipengaruhi oleh pergerakan massa udara pembawa asap dari Provinsi Papua Selatan dan Papua Nugini (PNG).

BPBD Papua Barat kemudian berkoordinasi dengan BPBD Merauke, Papua Selatan, guna memastikan kondisi serta sebaran kabut asap yang bergerak mengikuti arah angin hingga memengaruhi wilayah kepala burung.

"Berdasarkan pemantauan per 1 Oktober 2026, wilayah Papua Selatan tercatat memiliki 2.658 titik panas yang sebagian besar terpantau di Kabupaten Merauke," ucapnya.

Dia menyebutkan bahwa BPBD Papua Barat terus memantau perkembangan titik panas dan pergerakan kabut asap sebagai dasar menentukan langkah penanganan bersama pemerintah pusat serta pihak terkait.

(Lukman Diah Sari)