BNPB: Pesawat Bantuan Australia Guyur Titik Karhutla Samarinda

Foto udara kabut asap menyelimuti kawasan Sungai Mahakam di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna

BNPB: Pesawat Bantuan Australia Guyur Titik Karhutla Samarinda

Lukman Diah Sari • 6 November 2026 20:20

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan pesawat bantuan dari Australia mulai menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat, 6 November 2026. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menjelaskan, pesawat Hercules C-130 milik Australia itu memadamkan api dari udara (water bombing) dan telah melakukan tiga kali penjatuhan air hingga pukul 15.00 WIB.

"Sebelum pelaksanaan operasi, tim melakukan briefing pada pagi hari untuk menentukan sasaran pemadaman, di mana teridentifikasi dua titik api atau fire spot yang berada di dekat permukiman warga dan menjadi prioritas utama," kata Berton di Jakarta, Jumat, 6 November 2026, melansir Antara.

Pemadaman udara difokuskan pada titik api di sekitar permukiman guna mencegah ancaman langsung terhadap keselamatan warga. Setiap selesai melakukan penyiraman, armada udara ini butuh waktu sekitar 20 menit untuk mengisi ulang air sebelum kembali terbang.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk menyiapkan satu unit pesawat Hercules C-130 sebagai Large Air Tanker. Pesawat ini mampu mengangkut 15.000 liter air per sorti. Operasi ini juga didukung satu pesawat pemandu jenis Cessna Citation.

Foto udara kabut asap menyelimuti kawasan Sungai Mahakam di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna

Kemitraan ini turut menerjunkan 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS), termasuk pilot dan kru pendukung. Pesawat Hercules ditargetkan mampu terbang hingga enam sorti per hari, dan operasi bantuan ini dijadwalkan berlangsung pada 6-12 November 2026.

BNPB terus berkoordinasi intensif dengan tim Australia dan berbagai unsur terkait di lapangan demi memastikan pemadaman berjalan efektif, terutama di titik api yang mengancam permukiman warga.

(Lukman Diah Sari)