Karhutla di Parigi Moutong, Ratusan Hektare Lahan Terdampak

Kebakaran lahan perkebunan dan lahan kosong Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/10).

Karhutla di Parigi Moutong, Ratusan Hektare Lahan Terdampak

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 12:44

Parigi Moutong: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada 30 Oktober-2 November 2026. Ratusan hektare lahan terdampak. 

"Di Kabupaten Parigi Moutong, karhutla terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekitar pukul 11.10 Wita," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Selasa, 3 November 2026.

Dia menerangkan kebakaran melanda lahan perkebunan dan lahan kosong dengan luas terdampak sementara mencapai sekitar 110 hektare. Hingga Senin, 2 November 2026, api masih ditemukan di beberapa titik.

"Kondisi medan dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman," ungkap Berton.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman hingga tahap pendinginan. Kebutuhan alat pemadam api masih diperlukan untuk mendukung penanganan di lapangan.

Kebakaran lahan perkebunan dan lahan kosong Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/10).

Selain itu, kejadian karhutla lainnya berlangsung di Desa Ganongol Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 16.00 Wita. Kebakaran yang diduga dipicu pembakaran lahan secara sengaja tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar.

"BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat melakukan koordinasi serta pemadaman. Setelah hujan turun, masih ditemukan asap dari dalam tanah di beberapa titik yang diduga berasal dari bara api yang tersimpan di lapisan tanah gambut," jelas Berton.

(Lukman Diah Sari)