3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Rincian Aktivitasnya

Gunung Merapi, Rabu, 4 November 2026. (PVMBG)

3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Rincian Aktivitasnya

Lukman Diah Sari • 4 November 2026 09:21

Jakarta: Sebanyak tiga gunung berapi di Indonesia, yakni Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Anak Krakatau, saat ini berstatus Level III (Siaga). Sebanyak dua gunung itu berada di Pulau Jawa, sedangkan Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. 

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menunjukkan peningkatan aktivitas. Status Siaga Merapi telah berlangsung sejak 5 November 2020, atau selama 2.177 hari.

Petugas pos pengamat Gunung Merapi, Alzwar Nurmanaji, mencatat terjadinya 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak pada periode pengamatan Rabu, 4 November 2026, pukul 00.00-06.00 WIB.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi sekitar 200 meter dari puncak," kata Alzwar, mengutip laman resmi, Rabu, 4 November 2026.

Pada periode yang sama, Merapi juga mengalami 10 kali gempa guguran, dua kali gempa vulkanik dangkal, serta satu kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 44.0 mm selama 98.64 detik.

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Pengamat pos Gunung Semeru, Agastya Rajendra, melaporkan 25 kali gempa letusan/erupsi pada Rabu, 4 November 2026, periode 00.00-06.00 WIB.


Gunung Semeru, Rabu, 4 November 2026. (PVMBG)

Selain itu, tercatat tujuh kali gempa guguran, enam kali gempa embusan, dua kali tremor harmonik, serta tiga kali gempa tektonik jauh. Semeru sebelumnya sempat berstatus Level IV (Awas) sebelum diturunkan menjadi Level III pada 29 November 2025.

Di perairan Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau juga menyandang status Level III (Siaga) sejak 10 Oktober 2026. Petugas pos pengamatan Deny Mardiono menyebut gunung terlihat jelas dan kawah utama mengeluarkan asap putih setinggi 50-200 meter dari puncak.

Aktivitas kegempaan Anak Krakatau sejak Rabu dini hari hingga pagi meliputi tiga kali gempa embusan, dua kali gempa Hybrid/Fase Banyak, serta lima kali tremor non-harmonik dengan durasi panjang antara 378 hingga 3.836 detik.

(Lukman Diah Sari)