Sekolah di Kaltim Diberi Opsi Terapkan PJJ Imbas Kabut Asap Karhutla

Siswi SMP mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah di kawasan Karang Jawa, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 14 Oktober 2026. ANTARA/Angga Palguna

Sekolah di Kaltim Diberi Opsi Terapkan PJJ Imbas Kabut Asap Karhutla

Silvana Febiari • 14 October 2026 19:01

Samarinda: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur mengarahkan peningkatan efektivitas pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Langkah ini diambil guna menjaga keselamatan seluruh peserta didik di masa keadaan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan.

"Kebijakan PJJ ini disesuaikan dengan kondisi darurat di setiap daerah untuk melindungi anak-anak dari paparan kabut asap," kata Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, dilansir Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pemerintah provinsi memberikan ruang untuk mengambil kebijakan sendiri dalam membaca suatu keadaan (diskresi) bagi para kepala SMA dan SMK atas keadaan udara di wilayah masing-masing.


Diskresi tersebut memfasilitasi sekolah memulihkan jadwal belajar atau beralih sepenuhnya ke sistem daring jika kualitas udara di lapangan memburuk.

Penerapan PJJ telah berlangsung di Kabupaten Kutai Barat dan Berau akibat tingginya intensitas kebakaran hutan dan lahan yang mencemari lingkungan setempat.

"Pengalaman berharga selama pandemi terdahulu membuat para guru, siswa, serta pihak sekolah telah terbiasa menjalankan alur pembelajaran secara daring," ujarnya.


Ilustrasi: Asap akibat karhutla di Kelurahan Sepan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim pada 19 Agustus 2026 (Antara/ HO- BPBD PPU)


Dalam pelaksanaan PJJ, Disdikbud Kaltim menekankan pentingnya peran orang tua murid dalam memantau dan mengawasi seluruh aktivitas anak-anak mereka di dalam rumah. Pengawasan orang tua dinilai penting untuk memastikan peserta didik fokus belajar serta tidak beraktivitas atau keluyuran di luar ruangan.

Selain itu, para tenaga pendidik diinstruksikan untuk memantau kedisiplinan dan kehadiran siswa melalui aplikasi Zoom yang disertai laporan dokumentasi foto. "Guna menjaga mutu pembelajaran daring yang berkualitas, para guru diminta rutin memberikan evaluasi berkala dan memanfaatkan metode pengumpulan tugas digital," ungkap Armin.

Skema pengumpulan tugas berbasis digital atau paperless diterapkan melalui pengiriman foto tulisan tangan siswa via aplikasi pesan instan atau sistem sekolah. Langkah tersebut dirancang untuk mempermudah proses evaluasi harian tanpa membebani peserta didik dengan tumpukan berkas fisik yang menumpuk di meja.

Guru juga dituntut lebih kreatif dengan memanfaatkan variasi metode pembelajaran seperti presentasi mandiri, rekaman suara, serta karya video siswa. Penerapan standar operasional prosedur dan pembatasan durasi tugas turut diberlakukan guna melatih kedisiplinan waktu para peserta didik selama PJJ.

(Silvana Febiari)