Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Antara.
Respons Serangan di Saudi, Kemenhaj Belum Berencana Keluarkan Imbauan Penundaan Umrah
Ficky Ramadhan • 14 October 2026 17:34
Jakarta: Rentetan serangan Houthi menghantam bandara Arab Saudi. Namun, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merespons hal tersebut.
"Belum ada rencana mengimbau terkait penundaan perjalanan umrah," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dahnil mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait memantau perkembangan situasi keamanan. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan otoritas Arab Saudi.
"Sampai dengan hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kemenlu RI dan otoritas Kerajaan Arab Saudi," ungkap Dahnil.
Meski belum mengeluarkan imbauan penundaan, Kemenhaj meminta calon jemaah yang tetap berangkat umrah untuk memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah. Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam mempertimbangkan perjalanan jemaah di tengah situasi yang berkembang.
"Hingga saat ini, Kemenhaj belum memiliki rencana untuk mengimbau jemaah menunda keberangkatan umrah," ujar Dahnil.

Suasana di sebuah wilayah Arab Saudi usai ancaman serangan. Foto: Anadolu.
Angkatan Bersenjata Yaman mengeluarkan peringatan keras kepada maskapai penerbangan internasional, para ahli, pekerja asing, hingga pelancong dari seluruh dunia untuk tidak melakukan penerbangan ke bandara-bandara di Arab Saudi. Seluruh bandara di wilayah tersebut dinyatakan tidak aman dari potensi serangan militer.
Meski demikian, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, menegaskan bahwa ancaman keamanan ini memiliki pengecualian. Peringatan tersebut sama sekali tidak berlaku untuk bandara maupun wilayah udara yang berada di atas kota suci Makkah dan Madinah.
"Kami memperbarui peringatan kami kepada semua perusahaan internasional dan semua ahli, karyawan, pekerja, dan pelancong dari semua negara di dunia agar tidak mengoperasikan penerbangan menuju bandara Saudi, karena bandara tersebut tidak aman, kecuali bandara dan wilayah udara di daerah suci Makkah dan Madinah," ucap Yahya Saree dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Senin 12 Oktober 2026.