Jendi Pangabean Harap Bisa Sumbang Medali di Asian Para Games 2026

Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia cabang para renang Jendi Pangabean. Foto: dok. Antara.

Jendi Pangabean Harap Bisa Sumbang Medali di Asian Para Games 2026

Gabriella Thesa Widiari • 14 October 2026 09:20

Jakarta: Atlet para-renang Indonesia Jendi Pangabean bertekad mempertahankan prestasinya pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Peraih medali emas nomor 100 meter gaya punggung pada Asian Para Games 2018 dan 2022 itu mengungkap program latihannya.

"Persiapannya sekarang sudah pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kami sudah hampir 100 persen," kata Jendi dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Meskipun jajaran pelatih menargetkan dirinya kembali membawa pulang medali dari Nagoya, atlet asal Sumatra Selatan tersebut memilih tidak menjadikannya sebagai beban.

"Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan menyumbangkan medali," ujar Jendi.

Ajang Asian Para Games 2026 ini menjadi penampilan keempat bagi Jendi pada pesta olahraga terbesar Asia untuk atlet disabilitas. Ia datang ke Nagoya dengan modal positif setelah sebelumnya sukses menyapu tujuh medali emas pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Menurut Jendi, capaian gemilang tersebut menjadi tambahan motivasi tersendiri. Namun, ia tetap menyadari bahwa tingkat persaingan di level Asia jauh lebih ketat.

"Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin. Jadi saya harus benar-benar fokus untuk bisa menghasilkan yang terbaik bagi Indonesia," kata Jendi.


Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026. Foto: Antara. 

Selain tingkat persaingan yang lebih sengit, Jendi menilai faktor usia juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Kondisi tersebut menuntutnya untuk mengevaluasi diri dan berlatih jauh lebih keras.

"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus bekerja lebih keras lagi di Asian Para Games Nagoya," ujar Jendi.

Di sisi lain, motivasi Jendi semakin berlipat berkat dukungan dari keluarga besarnya. Walau istri dan anaknya tidak dapat menyaksikan langsung pertandingannya secara tatap muka di Jepang, dukungan dari Tanah Air tetap menjadi suntikan semangat utama.

"Di Nagoya mereka kebetulan tidak bisa ikut, tetapi itu tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," kata Jendi.

(Gabriella Thesa Widiari)