Beras Premium Diyakini Dongkrak Pemasukan Petani Manokwari Selatan

Prototipe beras premium yang dibuat Tim 20 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS). Foto: Istimewa.

Beras Premium Diyakini Dongkrak Pemasukan Petani Manokwari Selatan

M Sholahadhin Azhar • 24 October 2026 11:00

Jakarta: Kehadiran beras premium diyakini mendongkrak pemasukan petani. Hal itu yang diyakini Tim 20 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) dalam menginisiasi pembuatan prototipe produk beras premium guna mendongkrak nilai tambah komoditas pertanian lokal di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. 

Upaya peningkatan mutu ini didukung Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP). "Yang pertama adalah produktivitas, kemudian yang berikutnya adalah kualitas, ya," kata Kepala BRMP Papua Barat, Syukur Syarif, dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pembuatan prototipe, dilakukan melalui pembekalan langsung pada petani, Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam pendampingan ini, TEP ITS memaparkan penanganan gabah dari hulu hingga hilir. Adapun yang dilibatkan pada prosesnya diantaranya adalah kelompok tani, pengelola BUMDes, dan pengusaha beras setempat. 
 


Para petani juga didampingi dalam pengoperasian mesin penggilingan hingga tata cara penyeleksian butiran beras utuh. Standardisasi pascapanen tersebut diintegrasikan langsung dengan praktik pengemasan modern.

"Tetapi paling tidak, Patriot ini sudah bisa melangkah untuk bisa menuju ke tujuan yang kita maksud, terciptanya peningkatan produktivitas dan kualitas," ujar Syukur.

Pengembangan prototipe ini disambut antusias oleh generasi muda sekaligus pengelola unit usaha desa yang berharap Oransbari memiliki kedaulatan merek di pasar Papua Barat. Inovasi kemasan ritel ini dipersiapkan agar produk beras petani memiliki daya tawar yang kuat.


Presentasi prototipe produk beras premium oleh Tim 20 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) kepada  petani lokal di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Foto: Istimewa.

Direktur BUMDes Margomulyo, Ilham, mendukung hal tersebut. "Saya sebagai anak muda, ingin oransbari kedepan punya produk beras sendiri, Beras Premium Oransbari," tutur Ilham.

Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sendiri merupakan wujud sinergi antara Kementerian Transmigrasi RI dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk ITS. Kolaborasi pengabdian ini difokuskan untuk mempercepat kemandirian ekonomi kawasan transmigrasi berbasis komoditas unggulan.

Adapun Tim 20 TEP ITS diketuai oleh Caesaryo Arif Wibowo, bersama 5 orang anggota lain, Rafi Mubarok Al Barik, Muhammad Rafli Al Ghiffari Ferani, Intan Mareta Wahyudiyanti,  Novitha Nanda Syafitri, dan Muhamad Iqbal Sidiq.

(Anggi Tondi)