Polisi Selidiki Perusakan dan Pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya

Jajaran Polres Intan Jaya saat melakukan olah TKP kasus perusakan di Kantor Bupati Intan Jaya, Kamis (29/10/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Papua Tengah

Polisi Selidiki Perusakan dan Pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya

Whisnu Mardiansyah • 31 October 2026 18:44

Nabire: Polres Intan Jaya menyelidiki kasus perusakan, pencurian, dan dugaan percobaan pembakaran yang terjadi di Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Kasat Reskrim Polres Intan Jaya, Ipda Andi Awaludin Arham Putra, mengatakan penyidik telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengungkap peristiwa yang terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026 tersebut.

“Kita telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mendata barang-barang yang hilang dan aset yang dibakar maupun dirusak,” katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Andi menjelaskan, setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satreskrim langsung menuju lokasi untuk memeriksa tempat kejadian perkara. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengumpulkan petunjuk terkait pihak yang diduga terlibat.

Penyidik masih mendata barang-barang yang dilaporkan hilang serta aset yang mengalami kerusakan maupun terbakar akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, aksi pencurian di lingkungan Kantor Bupati Intan Jaya telah terjadi empat kali sepanjang 2026. Peristiwa serupa tercatat pada 3 Maret, 25 Juli, 19 Oktober, dan terakhir pada 28 Oktober 2026.
 


Meski demikian, Andi menyampaikan pihaknya belum menerima laporan polisi secara resmi terkait kejadian tersebut. Kendati demikian, penyelidikan tetap berjalan untuk menindaklanjuti informasi yang diterima.

Dalam upaya mengungkap kasus, kepolisian menghadapi sejumlah hambatan. Di antaranya, keterbatasan saksi yang mengetahui secara langsung rangkaian peristiwa tersebut.

Selain itu, kamera pengawas atau CCTV di sekitar kantor bupati dilaporkan dalam keadaan rusak. Kondisi tersebut membuat polisi belum dapat memanfaatkan rekaman kamera untuk membantu mengidentifikasi pelaku.

“Sejauh ini kami belum bisa memastikan siapa pelakunya karena minimnya saksi dan kondisi CCTV di lokasi yang rusak. Namun, kami tidak akan berhenti dan akan terus berupaya mengumpulkan bukti serta informasi untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Andi mengajak masyarakat dan seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk mendukung proses penyelidikan. Warga yang mengetahui atau melihat informasi terkait kejadian tersebut diminta menyampaikannya kepada kepolisian.

Polres Intan Jaya menyatakan akan terus menindaklanjuti perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku serta menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

(Whisnu M)