Bitcoin Anjlok hingga 2,7% Gegara Binance Diretas USD6,3 Miliar

Ilustrasi, bitcoin. Foto: theguardian.com

Bitcoin Anjlok hingga 2,7% Gegara Binance Diretas USD6,3 Miliar

Husen Miftahudin • 31 October 2026 11:15

New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat, meskipun sempat memangkas sebagian kerugiannya. Tekanan terhadap aset kripto terbesar di dunia tersebut meningkat setelah muncul laporan insiden keamanan di Binance, bursa kripto terbesar dunia, yang dikaitkan dengan penarikan dana senilai USD6,3 miliar.

Binance menyatakan telah membekukan sekitar USD3 miliar dana yang terdampak. Perusahaan juga memastikan akan menanggung seluruh kerugian pengguna melalui dana internal.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 31 Oktober 2026, harga bitcoin turun 2,7 persen menjadi USD76.840,6. Sepanjang Oktober, bitcoin diperkirakan terkoreksi lebih dari 8 persen.

Kondisi tersebut sekaligus membuat tren penguatan musiman bitcoin yang dikenal dengan istilah Uptober gagal terwujud untuk tahun kedua berturut-turut.
 

 

Binance hentikan penarikan dana


Tekanan jual di pasar kripto meningkat setelah Binance mengumumkan penghentian sementara penarikan dana menyusul insiden keamanan yang terjadi pada Kamis malam.

Perusahaan mengambil langkah tersebut untuk melakukan pemeriksaan keamanan lebih lanjut setelah muncul laporan penarikan aset kripto dalam jumlah besar dari platform perdagangan tersebut.

Jika nilai penarikan USD6,3 miliar terkonfirmasi berkaitan dengan insiden peretasan, peristiwa ini akan menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah tercatat berdasarkan nilai dolar AS. Nilainya disebut lebih dari empat kali lipat dibandingkan peretasan Bybit senilai USD1,5 miliar pada awal 2025.

Agregator data blockchain Coinglass mencatat sejumlah aset kripto keluar dari Binance. Penarikan tersebut mencakup sekitar USD1,66 miliar dalam bentuk Tether (USDT), sebanyak 17.985 bitcoin senilai sekitar USD1,45 miliar, serta USD767 juta dalam USD Coin (USDC).

Ether dan sejumlah altcoin berkapitalisasi kecil juga dilaporkan terdampak. Sementara itu, saldo Binance Coin (BNB), token asli Binance, disebut tidak mengalami perubahan.

Binance menyatakan telah membekukan sekitar USD3 miliar dana yang berkaitan dengan insiden tersebut. Perusahaan juga menegaskan kepemilikan pengguna tidak terdampak dan seluruh kerugian pengguna akan ditanggung melalui dana internal.

Binance menambahkan layanan penyetoran dan penarikan dana masih dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan keamanan selesai.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Tren penguatan Uptober Bitcoin gagal terwujud


Bitcoin juga menghadapi tekanan sepanjang Oktober setelah tren penguatan musiman yang dikenal sebagai Uptober tidak terwujud untuk tahun kedua berturut-turut.

Sejumlah faktor membebani permintaan aset kripto, mulai dari ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga insiden keamanan yang melibatkan Binance.

Sepanjang bulan ini, bitcoin tercatat turun sekitar 8,1 persen. Pelemahan tersebut membalikkan penguatan yang sebelumnya terjadi pada periode Juli hingga September.

Harga bitcoin juga masih berada sekitar 50 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober 2025.
 

Harga aset kripto lain ikut tertekan


Tekanan pasar tidak hanya terjadi pada bitcoin, tetapi juga meluas ke sejumlah aset kripto alternatif atau altcoin.

Sebagian altcoin sempat memangkas kerugiannya, mengikuti pergerakan bitcoin. Namun, sebagian besar masih diperdagangkan di zona negatif seiring kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan jual dari aset yang terdampak insiden Binance.

Binance Coin (BNB) turun 1,9 persen menjadi USD697,92. Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, melemah 1,4 persen menjadi USD2.242,19.

XRP juga terkoreksi 0,3 persen menjadi USD1,2508. Sementara itu, Solana turun 2,2 persen.

Di tengah pelemahan tersebut, Cardano berbalik menguat 1 persen. Memecoin Dogecoin turun 0,9 persen, sedangkan token TRUMP naik 0,7 persen.

(Husen Miftahudin)