BNPB Padamkan 3.799,73 Hektare Karhutla di 6 Provinsi

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/Devi Nindy)

BNPB Padamkan 3.799,73 Hektare Karhutla di 6 Provinsi

Achmad Zulfikar Fazli • 1 October 2026 19:05

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 3.799,73 hektare pada enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan selama periode 24-30 September 2026. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk memperkecil selisih antara luas lahan terbakar dan area yang berhasil dipadamkan, terutama pada lahan gambut.

"Di grafik ini kita berusaha untuk memperkecil jumlah lahan yang terbakar dengan memadamkannya," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan data BNPB, Sumatra Selatan mencatatkan luas pemadaman tertinggi, yakni 1.554,46 hektare. Selanjutnya, Kalimantan Tengah mencapai 846 hektare dan Jambi 477,50 hektare.

Di Kalimantan Barat, luas lahan yang dipadamkan mencapai 413,30 hektare, disusul Kalimantan Selatan 349,44 hektare dan Riau 96,03 hektare.

Berton mengatakan kondisi karhutla di lapangan sangat dinamis. Sehingga, data luas kebakaran dan pemadaman dapat berubah dari waktu ke waktu.

Sumatra Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena terjadi peningkatan luas lahan terbakar dalam dua hari terakhir periode pemantauan. Meski demikian, upaya pemadaman di provinsi tersebut terus dioptimalkan, sehingga selisih antara luas lahan terbakar dan area yang berhasil dipadamkan semakin kecil.

Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

Sementara itu, hujan alami di Riau membantu menekan luas kebakaran. Sehingga, area yang masih terbakar relatif kecil.

Berdasarkan perbandingan data 29 dan 30 September 2026, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan luas lahan yang belum berhasil dipadamkan. Di Kalimantan Tengah, luas area yang belum padam bertambah lebih dari 14 hektare dibandingkan sehari sebelumnya.

BNPB bersama tim gabungan terus mengupayakan pemadaman di titik-titik api aktif, terutama pada lahan gambut dan kebakaran bawah permukaan yang berpotensi menyebar ke area lain.

Penanganan juga diprioritaskan pada wilayah dengan potensi penyebaran api tinggi, termasuk kawasan yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air untuk pemadaman.

"Secara umum, situasi karhutla di enam provinsi prioritas terus dilaksanakan penanganan dan setiap hari banyak area yang berhasil dipadamkan," kata Berton.

Dia berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengurangi jumlah titik api yang harus ditangani tim gabungan, sekaligus mendukung upaya pengendalian karhutla di wilayah rawan.

"Kami tetap berdoa agar hujan segera turun secara alami sehingga di beberapa provinsi ini akan mengecil jumlah api yang akan kita padamkan," ujar Berton.

BNPB mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah rawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran pada lahan gambut.

(Achmad Zulfikar Fazli)