DK PBB menggelar straw poll keempat untuk memilih pengganti Antonio Guterres sebagai sekretaris jenderal PBB. (Anadolu Agency)
DK PBB Gelar Putaran Keempat Pemilihan Sekjen PBB Pengganti Guterres
Willy Haryono • 30 September 2026 06:27
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pemungutan suara tidak mengikat putaran keempat lewat mekanisme straw poll pada Selasa, 29 September 2026, dalam proses pemilihan sekretaris jenderal PBB yang akan menggantikan Antonio Guterres.
Duta Besar Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont, yang menjabat sebagai Presiden DK PBB untuk September, mengonfirmasi bahwa putaran keempat straw poll telah selesai digelar.
“Putaran keempat straw poll telah berlangsung. Setiap kandidat akan diberi tahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap negara anggota yang mencalonkan mereka,” kata Bonnafont kepada wartawan.
Mengutip dari Anadolu Agency, Bonnafont juga mengatakan Presiden Majelis Umum PBB akan diberi tahu bahwa pemungutan suara tersebut telah selesai. Ia mengonfirmasi bahwa terdapat tujuh kandidat dalam putaran tersebut.
Sementara itu, sejumlah laporan menyebut diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan berada di posisi teratas dalam persaingan untuk menjadi sekretaris jenderal PBB berikutnya.
Straw poll dilakukan secara rahasia untuk mengukur dukungan dari 15 anggota DK PBB dan berpotensi mempersempit daftar kandidat sebelum dewan memberikan rekomendasi resmi kepada Majelis Umum PBB.
Seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara di DK PBB untuk memperoleh dukungan yang diperlukan. Namun, salah satu dari lima anggota tetap DK PBB, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Inggris, dapat menggagalkan pencalonan melalui hak veto.
Kandidat yang akhirnya direkomendasikan DK PBB harus ditetapkan oleh Majelis Umum PBB. Tahap tersebut umumnya dianggap sebagai formalitas setelah DK PBB mencapai kesepakatan mengenai kandidat.
Masa jabatan Guterres sebagai sekretaris jenderal PBB akan berakhir pada 31 Desember.
Sejauh ini, delapan kandidat telah dicalonkan. Mereka adalah diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, mantan Presiden Senegal Macky Sall, Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett, mantan Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, politikus dan diplomat Uganda Olara Otunnu, serta diplomat Ekuador Ivonne A-Baki.
Baca juga: Tiongkok Ingin Sekjen PBB Berikutnya Kompeten, Imparsial dan Berintegritas