BNPB: 454 Hektare Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Padam

Ilustrasi: Personel Manggala Agni melakukan pendinginan agar kebakaran dipastikan padam di Rokan Hilir. ANTARA/HO-Manggala Agni

BNPB: 454 Hektare Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Padam

Lukman Diah Sari • 20 October 2026 19:39

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 454,25 hektare lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas di Pulau Sumatra dan Kalimantan berhasil dipadamkan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyebut total target penanganan seluas 1.024,33 hektare hingga 19 Oktober 2026.

"Dari total target penanganan tersebut, sisa lahan seluas 570,08 hektare masih dalam proses pemadaman dan pendinginan oleh satgas gabungan," ujar Berton, melansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan data penanganan di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah mencatat target 452,49 hektare dengan rincian seluas 63,10 hektare telah padam dan 389,39 hektare belum padam. Kemudian di Sumatra Selatan dari target 401,67 hektare, seluas 293,17 hektare telah padam dan 108,50 hektare belum padam.

Selanjutnya di Jambi, dari target penanganan 96,50 hektare, lahan seluas 32,00 hektare telah padam serta 64,50 hektare belum padam. Lalu di Kalimantan Selatan, dari target 58,45 hektare, seluas 50,95 hektare telah berhasil dipadamkan dan 7,50 hektare belum padam.

Ilustrasi-Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. Foto: ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Adapun di Kalimantan Barat, target penanganan seluas 11,92 hektare mencakup 11,73 hektare lahan yang telah padam dan 0,19 hektare belum padam. Kemudian di wilayah Riau dari target penanganan 3,30 hektare, seluruh luasan lahan terdampak dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

"BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan pengerahan personel dan sumber daya guna menuntaskan sisa titik api di wilayah-wilayah tersebut," kata Berton.

Dia menilai beban operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan berangsur semakin ringan seiring masuknya awal musim hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi secara bertahap di enam provinsi tersebut.

"Mulai dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat, pada Oktober hingga November, hingga Kalimantan Selatan pada November hingga Desember," kata Berton.

(Lukman Diah Sari)